Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

Kebinekaan dan Keadilan

Febrian Iskandar | 12.35 | 0 komentar
      Assalamualaikum.
Sudah lama saya tidak menulis disini, karena sibuk dengan kegiatan di dunia luar. Hari ini tergelitik hati saya untuk menulis karena seolah permasalahan negara ini seperti permasalahan sepele tetapi dibesar-besarkan untuk menutupi kegiatan dan pergerakan bawah tanah dari sekelompok orang. Pertanyaanya kenapa bisa begitu? Data pendukung dari mana sampai saya menyimpulkan seperti itu?.

       Saya tidak memiliki data pendukung untuk pernyataan saya, hanya sekedar opini saja. Tetapi bukan itu yang akan saya bahas pada siang hari ini, yang akan saya bahas adalah kebinekaan dan keadilan, manakah yang harus kita jadikan masalah dan mana yang harus kita ributkan. Tentu keduanya dianggap sebagai sumber masalah tetapi salah satu dari keduanya adalah  penyelesaian dari kedua masalah. Mari kita berfikir secara dingin dan sama-sama kita cermati bersama pendapat saya dibawah ini.

1. Kebinekaan
        Kebinekaan dapat diartikan dengan dua tafsiran dan dari keduanya tidak akan pernah menghasilkan titik temu atau solusi dari pengertian masing-masing kedua kubu. Yang satu mengklaim bahwa mereka adalah pancasilais dengan argumen-argumen mereka, tentu ada seorang pancasilais yang hak dan ada pula yang bathil. Disisi lain ada yang mengklaim bahwa mereka yang paling pancasilais karena argumen mereka sendiri dengan alasan mereka telah dan sedang menjalankan point-point pancasila itu sendiri tentu mereka benar menurut pemikiran mereka. Keduanya tak akan pernah akur dan tak akan pernah bisa menyatu jika keduanya tak duduk bersama dan mendiskusikannya. Karena kesepakatan  tafsir dari pancasilais setiap orang bisa berbeda-beda.

2. Keadilan
         Bagaimana dengan keadilan? Tentu semua orang sepakat dengan keadilan dan memiliki pandangan yang sama tentang keadilan. Jika kita bahas keadilan tentu kita bisa menilai yang mana yang adil dan mana yang tidak adil. Jika si A diberikan 100 Gram Emas dan si B diberikan 100 Gram Emas maka kita sepakat bahwa itu adil, karena diberikan haknya dengan sama rata. Anak SD pun akan paham akan arti keadilan dan mereka akan memberontak saat keadilan tak mereka dapatkan. Seberapa sering kita melihat anak berkelahi saat bermain karena ketidak adilan lalu kita yang dewasa akan melerai dan memberikan keadilan. Ketidak adilan itu hadir saat salah satu dari kedua orang atau kelompok yang sedang bertikai memiliki ego yang besar dan mau menang sendiri. Mari kita cermati saat anak-anak berkelahi tentu salah satu dari mereka memiliki ego yang tinggi untuk menang sendiri dan tidak siap untuk kalah.

Kesimpulannya mari kita lihat permasalahan saat ini dari sudut pandang keadilan dan mari kita tinggalkan sejenak perbedaan pendapat dari arti pancasila itu sendiri. Didalam pancasila ada keadilan bagi seluruh rakyat indonesia, maka mari kita lihat sudah seberapa adilkah Indonesia saat ini? Mungkin puisi ini mewakili hati ini.

Wahai saudaraku...
Mengapa kita harus hidup dalam kebencian?
Ketika keindahan juga menjadi pilihan.

Wahai saudaraku...
Mengapa kita harus hidup dalam permusuhan?
Ketika perdamaian menjadi pilihan.

Runtuhkanlah keangkuhan diantara kita...
Kau dan aku akan ciptakan dunia dalam harmoni tanpa derita.
Lantunkan melodi kedamaian, Getarkan nadi cinta Indonesia.

Lepaskan rasa dengki cemburu di hati yang tak berarti...
Kita hidup dalam negeri yang sama.
Berbagi ruang yang kita sebut Indonesia.

Jangan biarkan kebencian mengisi hatimu...
Lantunkan melodi cinta. Getarkan benih perdamaian.
Temukan pada dirimu arti dari semua ini.


Iam not alone

Febrian Iskandar | 10.33 | 0 komentar
     "Sendiri, masih sendiri... gak bosan jadi jomblo??? ...Gak butuh teman curhat???... Terlalu hidupmu kalau sendiri... Kamu terlalu serius ngadepin hidup ini... bla-bla-bla..." komentar orang yang baru-baru ini saya dengar, terlebih sudah lama gak ada yang nanya kayak gitu, jadi asing rasanya ketika seseorang bertanya dan berkomentar seputar itu.

      Sudut pandang kita berbeda sobat, sepi bagiku itu artinya tak ada lagi sahabat yang bercanda gurau dan saling ingat-mengingatkan kepada kebaikan, sepi bagiku saat sekeliling sudah acuh tak acuh terhadap kita, sepi bagiku saat semua orang sudah tidak perhatian padaku.

      Sendiri bagiku sobat, bukan sendiri yang seperti kalian pikirkan, tapi sendiri bagiku adalah ketika tak ada kegiatan lagi di luar sini, sendiri bagiku adalah ketika kebosanan terhadap dunia ini menghampiri, sendiri bagiku adalah saat ...

      Bosan jadi jomblo? Yang membuat saya bosan adalah ketika berteman hanya dengan satu orang sedangkan ketika bicara takut dosa, ketika berjalan berdua takut fitnah, ketika bersamanya serba salah. Itulah kebosananku. sedangkan setiap hariku saat jarang sekali menemukan rasa bosan karena ada teman-teman yang selalu menyertai dan membantuku setiap ada permasalahan dan bersamaku setiap ada keceriaan.

      Teman curhat? gak mesti pacaran, kenapa harus pacaran? setiap hari aku bisa curhat dengan rekan bisnis, atau teman satu khalaqoh. Setiap pekan aku wajib curhat dengan ustadz, dan setiap minggu pula aku mendengarkan curhatan-curatan orang lain yang membuat hidupku penuh warna. Curhat tak mesti dengan lawan jenis, karena pola fikir wanita dan peria cenderung berbeda jadi curhat cobalah sesama jenis biar bisa nyambung...

      Kamu terlalu serius ngadepin hidup... (Tepat sekali) yang ini saya suka, karena saya suka yang serius-serius urusan hidup. Karena kalau hidup tak serius maka artinya main-main, kalau hidup main-main maka kehidupan akan mempermainkan kita. Gak percaya? coba renungkan bahwa seberapa yang kalian anggap serius dalam hidup kalian tapi malah dipermainkan. Kalian sering sebut urusan hati itu serius tapi berapa kali kalian dipermainkan oleh hati kalian? Bagaimana dengan kepercayaan? saat engkau anggap kepercayaan suatu mainan maka kepercayaan itu akan mempermainkan anda...

      Itulah hidup sebenarnya sobat, tergantung kalian bagaimana menyikapi sedih, sendiri, bosan dan serius. Buat teman-teman yang udah nasehatin saya biar gak sendiri, terima kasih. Semoga menjadi do'a kalian buat saya agar saya tak lama-lama menjomblo. Mudah-mudahan menjadi do'a kalian untuk disegerakan oleh Allah jodoh saya...

Cerita tentang Kumbang

Febrian Iskandar | 13.48 | 0 komentar
Aku ingin bercerita tentang kumbang. Kumbang dahulu begitu menyenangkan dengan kegiatan menghisap sari pati bunga dan menebar manfaat di muka bumi ini. Kesehariannya menyejukan, apalagi saat sang bunga sering kali memberi kabar indah pada sang kumbang. Walau mereka bertemu setiap hari namun angin terus membantu memberi kabar saat terpisah ruang dan waktu. Kumbang kini mulai dewasa, tak tahu kemana bunganya yang dahulu, dia terus menyemai kebaikan namun tak tampak bunga yang seindah dulu. Kumbang yang dahulu kini beda dengan yang sekarang,hanya ditemani angin siang.
           "Angin, Kemangakah bungaku?"
           "Ia jauh sekali kumbang. Akankah aku sampaikan salammu?" Jawab  angin.
           "Tak perlu kumbang, aku hanya ingin tahu kondisinya, dan aku hanya ingin tahu keberadaannya, aku hanya ingin tahu dia. Aku merindu dan menghawatirkannya angin.! Bisakah engkau beri tahu aku bagaimana dia sekarang"
           "Kumbang, dia ada di negeri yang jauh di sana. Di negeri entah berentah namanya. Aku tak tahu batinnya namun aku tahu fisiknya, dia menjalani kehidupannya yang aku tak tahu bagaimana. Namun apakah engkau ingin aku menanyakannya pada Bunga?" Tanya balik angin..
           "Cukuplah kau disana angin, lihat dan ceritakan apa yang kau lihat dan jangan tanyakan apa yang ia rasakan. Karena kebahagiaannya adalah kebahagiaanku juga, tapi penderitaannya itu menjadi duri yang ada di hatiku. Cukuplah aku merindu dan mengharap tuhan mempercepat waktu agar rinduku terbalas kembali." Kumbang pun melamun dan menengadah ke langit. Seakan ia ingin menulis puisi di batu. Agar dunia tahu kerasnya hidup ini.

Mentari  pagi kini menjadi siang.
Malaikat subuh kini tak dirasakan.
Hanya kehadiran tuhan yang selalu menguatkan.

Aku butuh hujan dan panas mentari.
Namun kini Aku kehilangan bunga.
Aku simpan cinta bak mutiara berharga
Namun aku tak tahu kapan akan berguna.

Sayapku mulai tumbuh dewasa.
Mengepak deras di udara, 
Seolah bisa kemana saja.
Namun terkadang letih, ingin ku bersinggah.
Namun bungaku entah dimana.

Antara Salafi, Sunni,Aswaja dan Muhammadiyah.

Febrian Iskandar | 12.48 | 0 komentar
      Salafi, Sunni, Aswaja dan Muhammadiyah adalah golongan-golongan islam yang kata mereka itu golongan yang susah akurnya, kenapa? Mungkin karena mereka tak saling memahami antara satu sama lainnya. Mari kita bahas satu persatu menurut pengetahuan saya. Jika salah silahkan komentar dan beri pembenaran.

1. Salafi 
      Makna dari istilah salaf itu adalah mengacu pada tiga masa kurun pertama dalam perjalanan sejarah islam, yang berpedoman pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud "Sebaik-baik manusia adalah pada zamanku, orang-orang pada zaman berikutnya, dan orang-orang pada zaman berikutnya. Kemudian datanglah suatu kaum yang mana kesaksian salah seorang dari mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului kesaksiannya"(H.R Buhkari dan Muslim). Sebelum kita mengklaim bahwa Salafi macam-macam maka alangkah baiknya kita mendalaminya terlebih dahulu. Yang saya tahu salafi itu adalah orang-orang yang benar-benar teguh dan konsisten terhadap ajaran Rasul dan para sahabat terdahulu (Berpedoman pada Al-Qur'an dan As-sunnah yang shahih jika tiak ada maka ber ijtima' pada tiga zaman seperti dijelaskan di atas).

2. Sunni
       Ahlusunnah wal Jama'ah adalah sunni itu sendiri dengan kata lain orang yang percaya pada Allah, berpedoman pada Al-Qur'an dan As-sunnah yang shahih serta berpemahaman para sahabat, tabi'in dan tabi'ut tabi'in. Dengan kata lain semua umat islam yang ada di indonesia maupun di timur tengah yang bukan penganut islam sesat itu adalah golongan sunni.

3. Aswaja
       Aswaja banyak tipenya dan artinya namun aswaja terkadang disalah artikan. Aswaja berasal dari kata Ahlusunnah wal Jama'ah artinya sama seperti Sunni tak kurang dan tak lebih. Jika ada golongan Aswaja keluar dari lingkaran sunni berarti itu bukan lagi aswaja.

4. Muhammadiyah.
       Muhammadiyah artinya pengikut nabi Muhammad SAW. Sedangkan ketika kita tanya dan diskusi sama mumahmmadiyah maka kita akan mendapatkan bahwa tujuan muhammadiyah adalah pemurnian ajaran Islam yang ada di Indonesia dengan kembali ke islam yang sebenarnya yaitu Al-Qur'an dan As-Sunnah (yang shahih) dan juga berpaham sahabat, tabi'in dan bai'ut tabi'in. yang artinya mengembalikan Islam ke zaman salafussolihin.

Mari kita perhatikan seksama maka dari ke-empat bagian itu memiliki tujuan, visi yang sama hanya memiliki cara kerjanya yang berbeda. Seperti halnya sekelompok orang yang mau ke suatu tempat tujuan yang sama tapi hanya saja berbeda cara menempuhnya. Ada yang dengan pesawat, ada yang menggunakan kereta ada pula dengan menggunakan kendaraan pribadi dan juga bus. Tentu hasilnya akan berbeda. Tugas kita adalah saling dukung bukan saling musuhi dan saling hujat. Orang yang menghujat saudaranya itu jauh sekali dari nilai-nilai Islam yang sesungguhnya. Mari berbenah hilangkan dendam dan debat yang tak jelas. Lebih baik akur dan duduk bersama memikirkan umat. Sibuk kan diri dengan belajar ilmu Akhirat agar kita bertambah taat.

Zona Nyaman pembawa Petaka

Febrian Iskandar | 10.38 | 0 komentar
Bismillahirrohmanirrohim.
abis sholat subuh mari kita bahas masalah zona  nyaman, lanjutan dari pembahasan sebelumnya sesuai janji. Zona nyaman adalah zona dimana seseorang sudah mencapai apa yang dia cita-citakan dan merasa tak perlu diperjuangkan kembali.

      Benar apa kata pak Cah, keberadaan zona nyaman. Yang pernah mengalami pecaran pasti sudah pernah mengalami PDKT (Pendekatan) Dimana seorang cowok akan mendekati seorang cewek dengan berbagai macam cara, ada yang bilang "Gunung kan kudaki lautan kan kusebrangi demi cintaku pada si nyai" (Itu mah lagu...) Seorang cowok untuk mencari perhatian pasangannya dengan cara dari kirim bunga sampai puisi cinta (Terkadang puisi pun buatan  dari teman bukan buat sendiri...). Saat sebelum pacaran dia di puji bak putri dewa dan dimanja bak bidadari yang tercantik di dunia. Tapi apalah daya semua itu adalah fatamorgana cinta sahaja, cinta semu.

      Coba lihat setelah pacaran apa yang terjadi? Disinilah lahir zona nyaman bagi sang pria yaitu rasa sudah memiliki dan rasa sudah menang dengan menaklukan dia (Sang pujaan hatinya). Kini dia berubah, jangankan seikat bunga saat bertemu sedikit saja hadiah dari dia tak engkau dapatkan. Jangankan puisi indah untukmu, kata rayuanpun kini telah berkurang. Kenapa??? Itulah zona nyaman. Ada yang bilang pacar saya enggak kayak gitu, dia tetap perhatian dan baik. Apakah tidak ada perubahan saat sebelum dan sesudah pacaran? Jawabnya ia ada perubahan biasanya sih nelpon 3 kali sehari kayak jadwal makan, sekarang cuma sms'an. Itupun kalau mau nelpon tunggu gratisan.

       Itu baru sampai pacaran, bagaimana dengan menikah. Layaknya roti semakin lama semakin hambar, hilang gurihnya tinggal roti tanpa rasa. Berakhir di kotak sampah menjadi makanan binatang melata. Begitu pula cinta semu, dikejar karena nafsu sehingga berakhir pada perpisahan belaka.
Benar kata Asma dalam filem "Assalamualaikum beijing" : Cinta itu menjaga, tergesa-gesa itu nafsu belaka. Begitulah arti kata cinta versinya. Saat engkau mencintai dia maka engkau terjaga dengannya dan karenanya, tapi saat engkau tergesa-gesa memilikinya (pacaran) maka itu bukanlah cinta tapi itu nafsu belaka. baca juga Akibat Cinta Semu


Belajar Ilmunya dahulu Baru Berumah Tangga.

Febrian Iskandar | 20.45 | 0 komentar
Bismillahirrohmanirrohim.
Rencana Allah siapa yang tahu. Setiap hari berharap dan berdo'a namun belum Allah beri jalan. Namun hari ini Allah memberi gambaran dan jalan melalui tiket gratis. Maha suci Allah  yang telah memberikan kesempatan saya untuk hadir di seminar parenting.

      Saat pertama kali masuk ke rauangan Aula RSK Mata seorang ikhwan separuh baya menyambut dengan salam dan menawarkan duduk disamping beliau.
      "Assalamualaikum, silahkan duduk disini." Sapanya...
      "Waalaikumsalam, Terima kasih".
      "Sama uminya atau sendiri?"(Ya Allah ini  yang bikin nyesek.)
      "Sendiri, antum?" Tanya saya dengan senyum yang sebenarnya mau tertawa tapi di kulum :D
      "Ana sama istri dan anak, itu di sana. Semester berapa?" Sembari melihat jaket Nadwah yang saya pakai.
      "Semester 10."
      "Kenapa gak di ajak istrinya? Udah punya anak?"
      "Ana belum menikah  akh," Membuatku tambah malu.
      "Owh, ini kan seminar buat bapak-bapak dan ibuk-ibuk." Dia mencoba menjelaskan
      "Ana kan calon bapak, makanya ana hadir disini" Jawabku.
Itulah sekelumit obrolan yang terjadi kepada salah satu peserta seminar dan membuat saya seolah salah masuk seminar. Malu ada dan rasa nyamanpun tidak ada lagi. Tapi semua itu terobati setelah Pak Cah menyampaikan materi..

      Saya teringat kata gladyresik di setiap kegiatan. Apalagi saat agenda pramuka, semua kegiatan melalui glady terlebih dahulu biar hasilnya maksimal. Begitupula hari ini tapi lebih tepatnya belajar berumah tangga bukan glady rumah tangga hehehe... Artinya semua permasalahan dirumah tangga dibahas semua oleh ustadz Cahyadi Takariawan dan utadzah Ida Nur Laila. Materi hari ini cuma saya bagikan sedikit kalau ada waktu saya bagikan lagi. Episode pertama ini khusus punya ustadz Cahyadi (Pak Cah).

      Materi yang disampaikan oleh Pak Cah ada 3 Bab dan pada bab 3 membahas "Problematika Rumah Tangga" ini yang tergelitik pertama kali ingin saya sampaikan. Terkusus sub bab "Pra Nikah". (Sembari menulis saya senyum sendiri membayangkan kejadian tadi siang di ruang seminar.)

      Pra nikah (Afwan,ini bukan pengalaman pribadi, karena ana sendiri belum menikah tapi ini adalah isi materi dari pak cah). Saat kita sudah tahu bulan, tanggal dan hari (Sudah di khitbah) maka di saat-saat seperti itu Allah berikan cobaan berupa kegalauan (ragu-ragu). Si Ikhwan merasa seolah ada banyak akhwat yang menyukai dia baru bermunculan dan bahkan lebih cantik dari calon istrinya. Di tambah banyak akhwat sok baik di depan si ikhwan dan sok ramah. Keraguan itu muncul begitu saja hingga akhirnya hari pernikahan. Membuat si ikhwan berfikir "Coba dari dulu kayak gini". Begitu pula si akhwat (Calon istri), Seolah banyak sekali ikhwan yang mencoba mendekati dia, mulai dari mengirim bunga, sampai mengirim sms puisi bahkan ada yang kasih kado boneka sehingga akhwatnyapun berfikir "Apa benar si dia ini benar-benar jodohku?". Namun setelah melewati semua itu maka serasa saya pemenangnya.

      Maka solusinya  adalah mantapkan niat dan setiap apa yang kita pilih itu ada konsekuensinya. Kuatkan hati dan yakinkan diri bahwa dialah jodoh anda. Sebenarnya ini ada hubungan dengan "Zona Nyaman" tapi kalau di bahas di bagian ini kepanjangan. InshaAllah subuh besok ana bagikan lagi masalah zona nyaman. Materi dari ustadzahnya di cicil setelah menulis materi dari ustadz cah.
Jika bermanfaat bagikan.

Ada sruga Dirmuahmu - adakah syi'ah didalamnya?

Febrian Iskandar | 04.08 | 0 komentar
Bismillahirrohmanirrohim
      Ini cerita kamis malam (malam jum'at) yang bertepatan dengan hari terakhir penelitianku. Betapa senangnya atas rahmat dan nikmat Allah hari itu, Allah permudahkan segala urusanku. Tepatnya malam tadi saya bersama teman saya ke bioskop untuk menyaksikan film "Ada surga dirumahmu". Satu bulan yang lalu film tersebut membuatku penasaran dengan latar palembang apalagi itu cerita dari Novel Ustadz Al-Hafsi. Telah lama aku tunggu akhirnya kesampaian juga. Walau ada persepsi negatif dari beberapa orang yang menyebarkan bahwa "Ada surga dirumahmu" adalah product syi'ah dan mereka bilang syi'ah telah merambat ke dunia perfileman.
      Seberkas cahaya lilin kecil dari negeri palembang yaitu Ramadhan yang luarbiasa akhlaknya dan selalu meneladani akhlak rasulullah dan banyak tahu tentang cerita sahabat salah satunya Uwais Al-Qarni. Saat Ramadhan masih kecil dia sangat menyayangi ibunya dan bahkan saat dia belajar mengaji Ramadhan diminta ustadznya (Abuyanya sendiri) untuk tausiyah. Saat itu Ramadhan menceritakan kisah Uwais Al-Qarni sampai ia menangis saat sedang bercerita. Hatiku terasa sesak dan teringat ibu di kampung halaman, dia yang telah susah payah membesarkanku dan kini aku tak setauladan Uwais Al-Qarni, sungguh pilu hati ini, air mata mengalir dengan sendirinya atas kekuranganku dihadapan ibuku. Aku belum bisa meneladani Uwais Al-Qarni yang begitu patuh terhadap ibunya.
      Yang paling mengiris hati ini adalah saat Ramadhan tinggal di pondok (salah satu pondok di sumsel) disitu saya merasa bahwa guru yang baik akan melahirkan murid yang baik. Tak kala guru melakukan kesalahan dia tak pernah membela dirinya namun dia meminta maaf kepada muridnya bahkan meminta muridnya untuk memukul balas atas apa yang telah ustadz lakukan pada muridnya. Namun kini hanya sedikit guru yang seperti itu, yang ada hanyalah guru yang terus berusaha untuk mempersulit muridnya, atau bahkan guru yang hanya memikirkan gajinya saja. Tak ada lagi guru sebagai tauladan tapi malah guru ikut-ikutan siswanya menjadi gila. Yang jelas ada sesuatu yang membuat hatiku teriris perih saat menyaksikannya.
       Film itu sungguh bermanfaat. Tapi yang aku tak mengerti kenapa ada yang memfitnah bahwa itu adalah film syi'ah. Selama aku melihat/menyaksikan serta memahami tak ada unsur syi'ah. bahkan didalamnya memuliakan sahabat nabi. Sahabatku yang baik hati, janganlah mudah terpancing atas berita yang tidak falid akan ke absahannya. Karena bisa saja berita itu menyesatkan. Yang aku takutkan saat ini adalah maling teriak maling. Bisa jadi dia bilang itu filem syi'ah gak usah di tonton ternyata yang membuat larangan itu (penyebar fitnah) adalah orang syi'ah itu sendiri. Yang saya tahu syi'ah itu sama halnya seperti yahudi dan sukanya bermuka dua dan ahli dalam politik karena pintar berbohong dan membalikan fakta. Mari kita berlindung dari fitnah dajjal dengan menghafal surah Al-Kahfi. Bisa jadi ini adalah fintah dajjal yang nyata.
Sumber pertama yang saya tahu adalah di situs kumpulan konsultasi coba cek di bagian bawahnya kata situsnya itu bersumber dari akh Vipne. Perhatikan akun facebooknya itu ada yang aneh layaknya akun palsu yang bisa dibuat untuk main game online. Jangan-jangan itu akun palsu dan sengaja dibuat untuk memecah belah sunni.
Saling ingat-mengingatkan kebaikan dan kesabaran. Segala kebaikan datang dari Allah dan segala kesalahan datangnya dari saya pribadi. Apabila ada yang salah saya mohon maaf kepada Allah saya mohon ampun. Semoga bermanfaat.

Inikah namanya Cinta?

Febrian Iskandar | 06.44 | 0 komentar
Bismillahirrohmanirrohim.
      Pandangan saya terpaut pada dua insan yang sedang duduk di depan saya (Kok bisa? Kepo ya? Atau jadi cowo suka nguping?... gak lah dua insan itu adalah teman-temanku... ). Si cewek dengan cerianya cerita panjang lebar tanpa henti, nyeritain hobi/kesukaan dia, kegiatan buruk dia dan sebagainya. Si cowok dengerin dan berusaha untuk memahami serta sebisa mungkin tetap cool dan kalo bisa terlihat memiliki kesamaan dan jodoh deh.(Mulai mikir deh siapa ya jodoh saya?... Biar nanti Allah yang jawab dengan keindahan yang tak terbayangkan... Amiinnn...*Berharap)

      Aku mulai berfikir, inikah namanya Cinta? Seseorang berusaha untuk membohongi dirinya sendiri dan saling menutupi kelemahan keduanya? Atau seseorang yang berusaha agar pasangannya (*Pacar) bisa mengerti kekurangan dan kelemahannya. Benar itu Cinta tapi Cinta palsu. Karena yang dihadapannya itu adalah kepalsuan dari pasangannya dan barang palsu tidak akan berubah menjadi asli. Ingatkah kalian tentang pribahasa "Sekali berbohong makan akan terus berbohong karena dia berbohong untuk menutupi kebohongan dia yang sebelumnya".Begitulah dengan Cinta Palsu.

      Teringat adek tingkat yang diskusi denganku sekitar 2 tahun yang lalu saat diskusi di mushola dia bertanya kak, kalo pasangan kita (*Jodoh) sekarang sedang tak sebaik kita lalu kita berusaha menjadi lebih baik apakah dia akan berjodoh dengan kita? bukankah Allah telah berjanji laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula begitu pula sebaliknya. Dulu aku juga bingung mau jawab apa? soalnya aku gak pernah nanyain sesuatu seperti itu sama Murabbi(*Mentor) jadi akupun menjawab dengan pendapat pribadi moga Allah meridhoi. Santai aja kalo kita berusaha memperbaiki diri kita (*Memantaskan diri) InshaaAllah Allah akan memperbaiki calon pasangan kita (*Memberikan hidayah). Jadi intinya perbaiki diri.

     Nah yang ini NTS (Not True Story): Bagaimana dengan seseorang yang kita cintai tidak pacaran lalu apakah yang harus kita lakukan untuk menadapatkannya? Berusaha memperbaiki diri dan memantaskan diri sepantas mungkin agar bisa bersanding dengan dia,Tapi apakah dia juga akan mencintai kita? Belum tentu tapi siapa tahu saat ini dia mencintai anda namun dia merasa belum saatnya melamar anda karena merasa anda belum sepenuhnya bisa meyakinkan dia bahwa andalah jodohnya. Lalu bagaimana kalau dia bukan jdodoh kita? Tak ada yang rugi jika kita melakukan suatu kebaikan apalagi memperbaiki diri sendiri, itu adalah kebaikan untuk diri sendiri tentu Allah telah menyiapkan sesuatu yang seperti diri kita juga.

Beberapa faedah cinta palsu yang bisa di ambil pada mala hari ini dari kisah dua insan tadi.
1. Kebohongan
      Kok bisa? yups, tentu saja bisa. Seseorang berbohong dengan kekasihnya agar kekasihnya bisa yakin bahwa dialah jodoh dirinya yang sebenarnya. Seseorang ingin terlihat sempurna di depan kekasihnya layaknya manusia yang paling sempurna tapi itu memaksakan dirinya sendiri dan membohongi perasaannya. Kebohongan yang paling nyata adalah keromantisan pasangan, seolah dunia milik berdua dan yang lain nyewa, tapi nyatanya romantis itu suatu pemaksaan yang akan berakhir dengan zina, zina kecil yaitu mata dan hati kemudian tak takut pada Allah untuk bersentuhan tangan dengan pasangan setelah itu dibenarkan oleh...(Tahu semua lanjutannya kan...) Jadi bohong itu pasti dalam pacaran.

2. Pemborosan.
      "Malam ini kita kemana? KFC atau Bioskop?" Kalau orang pacaran langganan satu minggu satu kali pertanyaan ini. Terlebih lagi, "Hari ini mau kemana? Taman hiburan (OPI, WaterFun dan sejenisnya) atau kita belanja (Kebiasaan wanita). Setiap minggu seberapa besar uang yang kita gunakan untuk keperluan ini? tentunya gak kecil apalagi setiap minggu sudah jelas bertemu baik itu nobar atau sejenis lainnya yang ngeluarin uang secara sia-sia."Akh itu mah gak seberapa dari pada miras dan ganja... (Tuh tahu dampaknya pacaran sama kayak miras dan ganja cuma bedanya miras dan ganja merusak organ dalam tubuh sedangkan pacaran ngerusak rukhiyah. Kesamaannya yaitu sama-sama ngabisin uang dengan sia-sia). Tapi itukan buat orang yang kita cintai... (Emang sudah pasti dia bakal jadi jodoh kita nantinya? Toh kalo bukan "Itu yang kadang membuat saya sedih"). Gak masalah lagian membahagiakan dia juga ibadah, yaitu membahagiakan orang lain... (Ibadah karena cinta?, apa gak ikhlas tuh? Orang yang di rumah anda sangat mencintai anda (*Ibu) sudahkah di ajak nonton bareng atau belanja bareng? Orang itu sangat menyayangi kita lho. 9 bulan dia merawat kita dalam rahimnya kemudian sembilan bulan 10 hari umur kita di rahim dia memperjuangkan diri dengan nyawa taruhannya untuk menyelamatkan anda. Apakah sudah bisa membahagiakan dia?) Ya sudah lah yang penting sudah tahu itu pemborosan...

3. Menyia-nyiakan waktu.
      Berapa banyak pekerjaan rumah yang kau tunda demi jalan-jalan? Berapa banyak waktu istirahat anda sia-sia demi untuk menemani belanja? Saat muda kesempatan emas untuk perbaikan diri karena masa mudalah hati itu dalam kondisi indah dan prima. Ingat kata soekarno "Beri aku 10 pemuda maka aku akan mengguncang dunia" Ingatkah kita cerita sahabat nabi dan salafusalih? Masa jaya mereka yaitu ketika masa muda. Mnejadi Ilmuan sehebat Ibnu Sina, Jadi panglima perang sekuat Muhammad Alfatih, Menjadi perdana mentri secerdas Nabi Yusuf semua terjadi pada masa muda. Anda??? Salah satu yang akan ditanya oleh Allah di yaumul hisab adalah "Dipergunakan untuk apa masa mudamu". Tanya diri sendiri sudahkah kita memperbaiki masa muda kita biar kelak di tanya Allah di akhir masa kita bisa bangga dengan jawaban bahwa saya telah memanfaatkan masa muda saya dengan benar.

Sesungguhnya penulis tak lebih baik dari pada pembaca, tak lebih berilmu dari pada pembaca jikalau ada kekurangan dan kesalahan mohon di maafkan itu datangnya dari kekhilafan saya pribadi. Jika ada benarnya itu dari Allah SWT. Sekarang cobalah saudara-saudara rasakan apakah ini yang dinamakan Cinta? Jika bukan tentu anda akan butuh solusinya. Tunggu artikel selanjutnya.
Salam cinta. Ingat 20 Mei jangan lupa aksi kita sebagai pemuda untuk menentukan perbaikan bangsa.
Hidup para pemuda...

Dampak Negatif Penggila Bola "Gila Bola"

Febrian Iskandar | 23.01 | 0 komentar
Bismillahirrohmanirrohim.
Ini cerita bukan lagi piala dunia. Ini cerita bukan lagi di lingkungan asrama, namun ini cerita berasal dari lingkungan baru saya. Ups... bukan  menebar aib saudara tapi ini sebagai pelajaran bagi kita semua. Toh ini nasehat  bukan untuk di perdebat tapi nasehat agar banyak yang taubat. 

      Berawal dari sikap teman satu kosan yang luar bisa  hebatnya urusan bola. Baik dari berita sampai para pemainnya. Teman saya (yang satu kosan) hafal semua nama-nama pemain bola, bahkan warga negaranya, sampai riwayat permainannya. Yang gak habis pikir mereka hafal semua nama-nama pemain bola didunia ini sampai ke sejarah hidupnya prilaku sehari-hari sampai legenda sepak bolapun mereka hafal. (Salut sih mengenal sebanyak orang itu layaknya perpustakaan informasi bola berjalan), Terkadang saya berfikir kenapa gak jadi ahli bola sekalian. (kira-kira mereka tahu gak ya sejarah nabi dan para sahabat serta sejarah ilmuan muslim yang hebat? sayang bakat alami mereka yang bisa menghafal layaknya komputer menyimpan data orang tapi disia-siakan...).
Yang lebih heran lagi perempuan (cewe) itu bangun malam ikut-ikutan piala dunia dikostannya bersam teman-teman satu kostannya. "Dari mana tahu? Kepo ya? atau jangan-jangan???" Ia enggak lah itu kan ketahuan pas jam-jam pertandingan pada update status semua mulai dari skor sampai ke pemain-pemain bahkan menjadi komentator via facebook/twitter/bbm/dsbg.
Baiklah mari kita bahas Dampak Negatif Penggila Bola :

1. Waktu hilang sia-sia.
      Jadwal pertandingan bola saat ini bertepatan pada malam hari, terlebih lagi setiap sore ada aja siaran tunda atau siaran ulang di (skytv). (Padahal ulangan masih aja mau liat...*mikir). Kegilaan seseorang terhadap bola membuat dia lupa diri, lupa kesehatan, lupa segalanya. (hmm... yang baca kayaknya sadar tapi masih malu mengakuinya). Hebatnya lagi para penggila bola rela mengulang acara tv berbau bola walau mereka sudah tahu hasilnya, semalam bangun jam satu club kesayangan di tayangin di tv. Jam 05.00 bangun cuma mau liat berita bola padahal yang isinya nyeritain pertandingan tadi malam (Pembaca jangan-jangan sering juga kayak gini...!!!),itu sia-sia gak waktunya? Yang lebih gila lagi satu hari itu semua tv yang nayangin berita bola di tonton semua.

2. Mengundang banyak penyakit.
     Ini dia yang mereka (*penggila bola) selalu bilang kita imbangin olahraga futsal. Coba hitung satu minggu berapa kali main futsal? paling cuma satu kali. Selebihnya? Tentu saja selebihnya tidur. Gak percaya? Coba cek teman terdekat anda, dia rela bangun malam cuma mau nonton bola bangun subuh cuma liat berita bola (jam 3 ada juga sih kalo gak salah). abis itu sisanya tidur. Apalagi hari libur (haduh ini yang ribet  sehari full tidur aja kerjaannya). Yang buat lebih ilfill lagi gara-gara bola setiap ke kampus sering kali gak mandi pagi. (Merinding bulu kuduk...!!!). Yah kalo udah sejorok itu kira-kira banyak penyakitnya atau gak? (Jawab sendiri ya).

3. Meningkatnya emosi negatif.
      Saat tim jagoan kalah atau sedang laga seru walau bukan tim jagoan. Bawaannya marah-marah apalagi pemain melakukan kesalahan atau pelatih tidak memasukan pemain yang menurut kita tidak sesuai dengan harapan kita maka itu akan meningkatkan setress dan juga emosi netatif maka akan mengakibatkan darah tinggi dan jantung (itu kata artikel yang kebetulan saya baca di google). Itu belum seberapa malah akibat dari steress dan emosi negatif tadi ketika siang hidup tidak bergairah dan melahirkan rasa malas beribadah

Ini artikel bukan maksud untuk menjelekan pera pencinta bola tanah air. Tapi ini sebagai renungan yang sudah seharusnya disampaikan kepada teman-teman. Salam santun buat semua, jangan marah ya buat pencinta bola. tapi ini sebagai renungan, walau nonton bola tapi jangan sampai semuanya di arahakan ke bola.
Salam damai (Takut di buli) hahaahaha.

Apa Cita-Citamu Ketika kecil?

Febrian Iskandar | 06.09 | 0 komentar
Bismillahirrohmanirrohim.
Saudaraku, semalam setelah sholat magrib salah satu muridku bertanya, "Pak, cita-cita bapak dulu seperti apa? jadi dokter atau jadi polisi?" Aku yang sudah lama tak ditanya cita-cita maka aku terkejut, "Kenapa bertanya begitu? Adalah! cita-cita bapak, tapi banyak". Saat seperti itu aku ingat sekali saat lagi sd aku di tanya oleh guruku "Cita-cita kamu apa nanti?" Jawabku selalu "Jadi pengajar agama". Namun hari ini aku berada di Faklutas MIPA yang jauh sekali hubungannya dengan agama. Kembali kepada muridku, "Pak, sebenarnya cita-cita seseorang cuma satu, mungkin cita-cita kita sama kalau gak sama saya ingin punya cita-cita seperti bapak, saya ingin seperti bapak" Mendengar seperti itu tak sanggup rasanya hati menahan, ingin sekali air mata ini mengalir namun malu adalah sebagai pembendung air mata ini.

Sahabatku yang budiman, karena umur kita semakin bertambah dan pemikiran kita semakin dewasa melihat kerasnya dunia, terkadang melupakan cita-cita kita masa kecil yang sungguh sangat mulia. Allah telah tanamkan rasa kepedulian dan ketulusan kepada kita sejak kecil dan Allah telah jaga hingga kita dewasa namun karena sifat kita yang Hubbuddunya maka melupakan indahnya cita-cita kita yaitu mencapai surganya Allah SWT.

Dunia ini seolah begitu keras dan begitu penting melebihi segalanya, sehingga saat seseorang sukses menggapai harapan duniawinya maka mereka disebut orang yang sukses dan bermartabat. Namun saat seorang telah mencintai dakwahnya lalu menyerahkan urusan dunia kepada Allah maka dia disebut orang yang gagal dan tak mempunyai tujuan hidup. Itulah dunia saat ini, dimana yang haq dan bathil tidak bisa dibedakan dan juga semua orang telah ditanamkan pada otaknya untuk mencintai dunia.

Cobalah teman-teman sekalian ingat kembali cita-cita suci saat kecil dan lihatlah bagaimana keadaan sekarang. Tergambarkah niat suci si kecil akan terlaksana atau niat suci kecil akan hilang oleh kabut dunia yang semakin kelam? Sahabatku, cobalah anda lihat disekeliling anda, ada berapa banyak orang yang telah di butakan dunia dan ada berapa banyak orang yang masih cintakan Allah SWT?

Kembali kepokok pembahasan, maka aku baru sadar bahwa seorang anak kecil yang berumur 11 tahun telah menyadarkan aku tentang makna cita-cita dan arti dari tujuan hidup. Dia telah mengingatkan aku tentang cintanya Allah kepadaku yang tak terhingga, sampai saat ini Allah telah menjaga aku dalam jalan dakwah yang Allah janjikan Allah akan balas kebaikan dunia dengan kebaikan surganya Allah.

Berilah cahaya dimanapun anda berada,
biarkan cahaya itu akan memakan usia
namun hidup tak akan sia-sia.

Biarlah cahaya itu akan merengut nyawa kita
namun telah kita berikan kebaikan itu di dunia.

Biar sajalah urusan dunia Allah yang beri
dan siapkan bekal di kemudian hari untuk mencapai surgawi.

Mentoring adalah bibit bunga yang indah.

Febrian Iskandar | 06.33 | 0 komentar
Bismillahirrohmanirrohim.
     Semakin bagus bibit yang kita tanam maka akan semakin memuaskan hasil yang kita peroleh. Begitulah kehidupan di dalam kampus, berawal dari bibit tarbiyah yang unggulan akan menghasilkan bunga yang bisa memperindah sekelilingnya serta bermanfaat bagi kumbang yang hinggap di kelopaknya.
     Sahabat yang budiman, kali ini saya ingin berbagi tentang mentoring yang saya ibaratkan adalah bibit bunga yang indah. Kenapa? Mentoring adalah bibit bunga yang indah karena mentoring adalah awal dimana kita di ingatkan kembali untuk memperkuat iman dan taqwa kita kepada Allah serta di ajarkan untuk memperkuat keyakinan kita kepada Allah agar kita bisa hidup di dunia yang gersang ini tanpa melupakan Allah dan menjadikan kita golongan orang yang bersyukur atas nikmat Allah bagaikan bunga yang berwarna indah dengan kelopak yang memukau namun terus menghadap sumber cahaya untuk memperolah penerangan.
      Dari mentoring menjadikan kita lebih dewasa dan mudah berserah diri kepada Allah dan menjadikan kita bukan termasuk golongan orang yang merugi tetapi menjadikan kita bermanfaat bagi masyarakat dan orang-orang di sekitar kita bagaikan bunga yang indah menebar wangi yang sejuk menyejuk kan sekitar dan memberi warna sekitar menjadikan indah disekitarnya dan juga bermanfaat untuk kumbang dan juga lebah. Nabi Allah Muhammad SAW bersabda ketika sahabat-sahabatnya sedang kumpul. Lupa apa awalnya tetapi sahabat bertanya "Ya Rasulullah Ma riadul jannah?"(Wahai Rasulullah apa itu taman surga) Rasul menjawab " Hilqu Zikri" (Halaqoh zikir/yang membesarkan nama Allah).
      Ada banyak cara Allah memberikan hambanya hidayah tetapi yang saya rasakan rasa seorang muslim itu ketika ikut mentoring. Banyak teman-teman yang memikirkan kita dan juga kita memikirkan teman-teman kita. Banyak masalah namun banyak solusinya. Namun yang paling penting rasa kekeluargaan dan persaudaraan sesama muslim itu ada pada Mentoring, dan juga akan menambah tebalnya iman serta luasnya ilmu pengetahuan.
       Teman-teman mari kita mentoring, gak mentoring gak asik, saya saja dari awal masuk kuliah (masa jahiliah "Menurut saya") hingga sekarang masih mentoring dan merubah banyak kehidupan saya. Mari mentoring dan senyum mentoring. Jangan lupa mentoring gak bakal buat anda rugi telat mentoring sesal di kemudian hari.

Surat Untuk pak SBY - "Save Palestine"

Febrian Iskandar | 10.10 | 0 komentar
for 
Assalamualaikum wr wb.
Yang terhormat bapak presiden Republik Indonesia yang sedang menjabat yaitu bakap Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Semoga bapak selalu diberi kesehatan jasmani maupun rohani oleh Allah dan yang lebih penting lagi semoga bapak masih diberi kesehatan Iman karena itu yang paling penting dalam kehidupan. Begitu juga kami sebagai rakyatmu yang senantiasa patuh dan percaya akan keputusanmu InshyaAllah kami masih di beri oleh Allah kesehatan Iman. Walau terkadang jasadiah kami masih terasa sakit akibat media dan juga jundi-jundi (Tentara-tentara) Sayton.

Bapak adalah seorang pemimpin kami "Amir" di Indonesia yang sepatutnya memikirkan permasalahan warga negaranya. Tahukah bapak ketika kisah Khalifah Ummar sahabat Nabi Allah Muhammad SAW, saat satu keluarga tidak bisa makan dan ibu dari anak-anak itu memasak batu untuk menyenangkan hati anaknya Khalifah Umar menangis dan mengambilkannya sendiri dari gudang pemerintah serta dimasak oleh tangan khalifah untuk keluarga itu. Dia mengais karena apa? Karena dia takut pertanggung jawabannya di hadapan Allah SWT hanya karena satu orang yang dipimpinnya kelaparan. Itu hanya mukadimah agar kiranya nanti apa yang saya sampaikan bisa mudah di cerna oleh bapak Presiden.

Tak Banyak yang ingin saya sampaikan kepada bapak tapi ini menyangkut negara dan kesatuan bangsa termasuk menyangkut dasar negara kita yaitu "Penjajahan di atas dunia harus di hapuskan" dan juga bukan hanya itu ini juga menyangkut aqidah bapak dan jutaan umat muslim di indonesia lebih khususnya karena ulah tangan-tangan tentara sayton yang sekarang ini telah memporak porandakan negeri palestine dan juga masjid suci kita yaitu Al-Aqso.

Ingatkah bapak baru-baru ini kita kehilangan beberapa warga negara Indonesia saat menaiki pesawat malaysia Air lines? Bapak kerahkan bantuan tentara yang lumayan banyak untuk mencari keberadaan dari orang tersebut. Bapak begitu perhatian dengan orang-orang tersebut. Tapi saat ini ada banyak warga negara Indonesia yang siap dan bahkan mungkin sudah berangkat ke medan perang di negeri Palestine untuk memperjuangkan Aqidahnya bapak hanya menyumbang uang!... Ada ribuan pemuda-pemudi Muslim di indonesia ini yang siap jihad di palestine lalu bapak hanya diam saja tanpa melindungi para pemuda-pemudi Muslim tersebut? Bapak presiden itu bukan 1 orang pemdua atau 10 orang atau bahkan 100 orang pemuda Indonesia tetapi jutaan pemuda Indonesia. Apakah bapak masih membiarkan tentara yang bapak gaji untuk tetap melihat dan menonton lautan bom dan darah di Palestine? "Yang bapak lindungi jutaan pemuda Indonesia yang siap turun ke medan jihad"

Bapak presiden saat ini yang kita butuhkan bukan pasukan misi perdamaian di palsetine karena yang ada di pundak bapak saat ini adalah Aqidah bapak yaitu kalimat "Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad Utusan Allah" bukan seorang negarawan yang ingin dilihat dunia sebagai anggota PBB. Apakah bapak ingat tahun-tahun sebelumnya hampir setiap tahun israel membuat konflik di palestine dan kita hanya meredam kemudian mengacuhkan. Saat dulu pada zaman Nabi Allah sampai ke zaman khalifah terakhir yaitu pada era bani Abbasyiah. mereka tak pernah mau hidup berdampingan dengan Yahudi. Saat penaklukan Palestine juga disitu hampir semua agama dan golongan ada kecuali "Yahudi". Lalu saat ini kita ingin menjadi tangan perdamaian Palestine? Bukankah itu artinya setelah damai esok hari mereka akan melanggar kembali dan terus melanggar sebagaimana dilakukan para pemimpin yahudi sebelum-sebelumnya. Al-Aqso termasuk 3 masjid yang di sucikan oleh Allah kini telah di injak-injak oleh Israel bapak hanya diam tanpa bahasa dan hanya mengirimkan pasukan perdamaian saja?

Bapak biarkan Densus 88 yang melakukan operasi militer dengan menyerang orang yang sedang beribadah di masjid dan juga menembak orang yang belum pasti seorang teroris agar bisa menunjukan taringnya di Indonesia ini bahwa mereka hebat sehebat FBI. kenapa tidak mereka yang sering latihan itu turunkan setengah dari mereka untuk memerangi orang Israel yang di tangannya memegang senjata lengkap dan membawa kendaraan tank? Katanya Densus adalah dewa penghakim di Indonesia yang tak akan salah sasaran. Lalu kenapa dia tidak mencoba menghakimi negara yang sudah jelas salah melanggar hukum seperti Israel? bukankah ketika mereka mati di Palestine itu jamin masuk sorga.

Bapak biarkan baret merah menjaga perbatasan dan juga turun ke masyarakat terpencil untuk mengajar dan juga membantu mengayomi masyarakat setempat, bukankah tentara tersebut tugasnya angkat senjata? Kenapa bapak biarkan petinggi tentara itu buka kebun sawit atau buka kebun karet di sana sini karena tidak ada kerjaan bukankah mereka seharusnya memimpin pasukan dan mengatur strategi dalam peperangan? Lalu apakah mereka salah? Tidak bapak presiden. Yang salah itu pemimpinnya karena membuat mereka tidak ada kerjaan. Seharusnya bapak beri mereka kerjaan sesuai bidang mereka. Ketika di angkat dan di sumpah militer maka sudah sepatutnya bapak suruh mereka ke medan perang. Tanyakan pada tentara baru maupun tentara lama. Apakah mereka menginginkan seperti ini atau berperang dan syahid masuk surga. Mungkin ada banyak yang menjawab "Kami ingin syahid dan masuk surga tanpa hisab".

Bapak inti dari permintaan saya adalah kirim pasukan bukan sebagai perdamaian tetapi pembela palestine dan pemerdeka umat islam. Serta mengembalikan Al-Aqso sebagaimana mestinya. Atas perhatian dari bapak presiden dan juga tanggapannya saya ucapkan terima kasih. Dan Saya mewakili teman-teman dan suadara-saudara saya yang satu Aqidah mengucapkan terima kasih kepada bapak yang telah memimpin dan akan menjadikan kami bangga punya presiden seperti bapak. Salam hormat kami...
Wassalamualaikum Wr Wb.

Perwakilan
Pemuda-pemudi Muslim



Penulis.


Cemburu kepada Baitullah

Febrian Iskandar | 06.17 | 0 komentar
Bismillahirrohmanirrohim.
Berawal  dari acara keluarga dan terpaksa membuat aku lama-lama bersama "Wak (Palembang)" Kiyah yang baru setengah tahun ini pulang ke Indonesia.

Setelah selesai acara kami melakukan kebiasaan orang palembang yaitu "Kelakar (Obrolan kosong)." Namun di sela-sela obrolan tadi tidak tahu dari mana asal pembicaraan malah mengarahkan ke Saudi Arabiya yaitu tanah mekah (Tempat dahulu tinggalnya wak Kiyah).

Dia (Wak kiyah) Bercerita bagaimana keadaan ketika beribadah di mekah, begitu damai dan begitu tenang. Tak sadar air matanya berjatuhan dan kemudian dia bercerita ketika masa haji wada bertepatan sebelum dia pulang ke tanah air Indonesia dia di beri kabar oleh suaminya bahwa dia harus pulang ke tanah air untuk mengurus keluarga di sini dan tinggal di tanah air jangan pulang ke tanah Arab lagi. Dia menangis karena merasa bahwa Allah telah menyuruhnya pergi dari tanah suci ini, selama 10 Tahun lebih dia berada di makkah untuk menemani suaminya bertugas di sana dan setiap tahun sering sekali melakukan haji wada mapupun ibadah-ibadah lainnya termasuk setiap bulan suci ramadhan melakukan sholat di masjidil Haram. Dia bercerita ketika tarawih di sana tidak terasa karena hati terasa tenang dan juga senang. Tarawih ba'da Isa sampai jam 12 malam kemudian tidur sebentar lalu bangun jam 2 sholat Tahajud dan witir berjama'ah di lanjutkan saur di sekitar masjidil Haram yang biasanya ada yang menjual makanan dan terkadang membawa nasi atau kebab persiapan dari rumah ketika sebelum berangkat tarawih. Setelah sahur dan Sholat subuh kemudian tilawah sampai terbitnya matahari kemudian di akhiri dengan sholat duha baru pulang kerumah untuk istirahat yaitu tidur begitulah setiap hari saat bulan ramadhan.

Wak kiyah tak tahan membendung air matanya sehingga mengalir deras dari matanya membuat suasana di raung tamu tersebut menjadi serius dan banyak yang menangis. Apalagi notabennya yang ada di ruangan itu seperti kak Arif dsbg kemaren pernah dan sering ke tanah Arab untuk mengunjungi wak kiyah. Aku yang hanya orang biasa dan hanya bisa melihat ka'bah di televisi dan gambar-gambar dinding atau dari internet yang belum pernah kesana ("Mudah-mudahan Allah segerakan kesana Amin Ya Allah")... Aku merasa bagaimana rasanya di sana, kata-kata yang melekat di otak ku adalah ketika Wak Kiyah mengatakan bahwa ketika ibadah di masjidil Haram "Urusan dunia tak terpikirkan hanya ingat mati dan ibadah kepada Allah dan begitu khusuk. Tak pernah dia bayangkan rasa itu sebelumnya. Bahkan walau tinggal di sana ingin sekali rasanya sering-sering melakukan ibadah disana setiap hari baik ibadah wajib maupun sunnah. Bahkan wak kiyah tak bisa menceritakan bagaimana bahagianya dia disana seolah itulah surga dunia". Aku berfikir bagaimana rasanya disana ketika di Indonesia saja saat beribadah begitu tenang dan sejuk serta nyaman dan menyenangkan bagaimana kalau di masjidil Haram. Subhanallah ingin sekali rasanya segera kesana. Mudah-mudahan linangan air mata ini menjadi do'a yang mustajab agar disegerakan-Nya oleh Allah untuk membawaku ke Masjidil Haram.

Tak hanya itu, dia bercerita bagaimana pemerintahan disana. Setiap hari ada 5 waktu wajib tutup aktivitas di mekah almukaromah yaitu ketika waktu sholat wajib maka semua aktivitas harus di stop baik itu jual beli maupun yang lain. Karena disana di haruskan untuk sholat berjama'ah di masjid. Jika ada yang buka maka akan di tangkap dan di pidana. Subhanallah begitu indahnya gambaran disana. Saat dia bercerita seolah diriku melihat dan merasakan suhu pemerintahan di sana. Ketika hari jum'at maka toko wajib tutup dari pagi hingga jum'at setelah itu ba'da jum'at boleh di buka kembali. Subhanallah begitu mendukung pemerintahannya agar masyarakat banyak waktu untuk melakukan ibadah wajib maupun sunnah. Pemerintah sebagai pengingat akan kewajiban dan sunnah dan memberi dorongan agar melakukan ibadah yang rajin. Walaupun ursan ibadah urusan pribadi yang terpenting pemerintah sudah mempasilitasi. Subhanallah...

Ketika aku pulang ke Indralaya aku masih memikirkan keindahan dan ketenangan di Kota makah yang mudah-mudahan Allah segerakan aku untuk bisa beribadah di tanah suci itu. Allahuma Amin....
Semoga memotivasi yang lain untuk kesana.

Baitullah....
Kesejukan tempatmu...
Ketenangan daerahmu...
Kebesaran Allah untuk menjagamu...
Kemurahan Allah untuk memberkatimu...

Baitullah...
Engkau bagaikan embun pagi...
yang begitu sejuk dan menyegarkan...
Engkau bagaikan permata dunia...
yang menjadi tempat suci umat manusia...

Baitullah...
Engkau membuat kami cemburu...
Karena ridha Allah ada di situ...
Engkau membuat kami rindu...
Kehadiranmu ada di hatiku...

I Love Allah...



Gila Bola!. Ala Piala Dunia

Febrian Iskandar | 08.02 | 0 komentar
Bismillahirrohmanirrohim.
Sekarang sudah musimnya piala dunia. Ini saya sadari setelah beberapa kali menonton bola bersama saudara-saudara saya (teman-teman asrama). Kegilaan bola itu membuat seseorang bersemangat bangun malam bahkan ada yang rela tidak tidur. Hebat bukan.!!! (Saya kira  yang membaca juga tersenyum karena merasa kalau dia juga gila bola hahaha).

Saya teringat beberapa hari yang lalu ketika menjelang piala dunia, banyak teman-teman bilang "Ini udah mau piala dunia bakal rajin shaum sunnah dah karena bangunnya malam. Nonton + saur" Saya tersenyum tanda mengiyakan dan dengan semangat juga saya pengen coba itu tips.
Tapi nyatanya memang benar kata orang kalau bola itu kasih harapan manis tapi pahit ketika sudah menonton tapi masih aja ditonton. kayak gak merasa bahwa yang dia rasakan sekarang itu adalah rasa pahit.

Beberapa masalah yang timbul akibat piala dunia.
1. Waktu luang hilang
Lihat aja waktu pertandingan piala dunia, kalau malam dari jam 8 biasanya udah ada yang main terus jam 10 dan yang terakhir jam 3. Itu waktu malam. Lalu bagaimana dengan siang? Tentu tidak berbeda. Biasanya siang dari pagi sampai sore banyak sekali berita bola dan bahkan piala dunia di siar ulang pada waktu siang. Teman-teman masih aja pada nonton. Dimana waktu kita untuk jasmani dan rohani serta olahraga otak paling gak itu yang gampang. Sama sekali tidak ada dan waktu akibat piala dunia satu hari serasa cuma satu jam. Subhanallah. Moga kita terhindar dari fintah dunia satu ini.

2. Motipasi Palsu
Motivasinya bangun subuh nonton bola + saur, nyatanya bangun jam 3 gak saur. Niatnya bangun untuk nonton bola terus ditemani cemilan. Katanya cemilan buat makan saur. Eh nyatanya jam adzan subuh malah tidur bukannya pergi ke masjid malah enak-enakan tidur di kasur. Bangun jam 5.30 cuma sempat solat subuh kirain gak tidur lagi langsung kegiatan lain. Eh nyatanya malah nonton berita bola abis itu jam 7 pagi tidur lagi sampae siang gak tau sih sampai jam berapa.

3. Meningkatnya Emosi Negatif
Saat tim jagoan kalah atau sedang laga seru walau bukan tim jagoan. Bawaannya marah-marah apalagi pemain melakukan kesalahan atau pelatih tidak memasukan pemain yang menurut kita tidak sesuai dengan harapan kita maka itu akan meningkatkan setress dan juga emosi netatif maka akan mengakibatkan darah tinggi dan jantung (itu kata artikel yang kebetulan saya baca di google). Itu belum seberapa malah akibat dari steress dan emosi negatif tadi ketika siang hidup tidak bergairah dan melahirkan rasa malas beribadah. (Insyaallah kalau wajib masih sih) tapi biasanya sunnah dikerjakan pas piala dunia satupun gak di kerjakan. Yang katanya mau puasa eh siang-siang kelaperan kebablas makan walau ingat niat tadi subuh puasa.!!!

Ini artikel bukan maksud untuk menjelekan pera pencinta bola tanah air. Tapi ini sebagai renungan yang sudah seharusnya disampaikan kepada teman-teman. Yang lebih heran lagi perempuan (cewe) itu bangun malam ikut-ikutan piala dunia dikostannya bersam teman-teman satu kostannya. "Dari mana tahu? Kepo ya? atau jangan-jangan???" Ia enggak lah itu kan ketahuan pas jam-jam pertandingan pada update status semua mulai dari skor sampai ke pemain-pemain bahkan menjadi komentator via facebook/twitter/bbm/dsbg.
Salam santun buat semua, jangan marah ya buat pencinta bola. tapi ini sebagai renungan, walau nonton bola tapi jangan sampai semuanya di arahakan ke bola.
Salam danamai (Takut di buli) hahaahaha.

Akhwat Tangguh yang menginsfirasi

Febrian Iskandar | 21.20 | 0 komentar
Di penghujung jalan aku menemukan mutiara yang menyilaukan mata saat ada mentari menyeniarimu. Mungkin aku tak banyak mengenalmu bahkan aku tergolong orang yang belum pernah bicara langsung denganmu (Sebenarnya secara tidak langsung pun aku belum pernah). Namun begitu banyak mutiara yang telah engkau timbulkan dari sosok pendiammu.

Aku ingat ketika dahulu saat aku mengenal kata “Cinta dalam Diam” maka lahirlah berbagai pemikiranku yang bercabaang entah kemana, namun setelah hadirnya dirimu di sekitar kehidupanku maka aku menyadari inikah yang disebut “Cinta dalam Diam?”. Kau berdiam diri tanpa bahasa namun dari tingkah dan gayamu menghadirkan kedamaian yang melihat dan merasakannya. Seolah engkau memantulkan cahaya mentari yang menembus relung yang dalam.

Entah ini cinta atau bukan namun saat hati ini terbalut iman aku melihat engkau bagaikan bidadari yang turun kebumi dengan memiliki akhlak dan sifat tauladan yang patut di miliki seorang wanita muslimah. Jilbab panjang yang terurai rapi kebawah menutupi auratmu menambah indahnya mutiara itu.
Satuhal yang membuat aku kagum padamu, kau mengajarkan bagaimana menjadi dewasa dan bagaimana menjadi tauladan. Engkau seolah tak memiliki beban, begitu rapi engkau sembunyikan bahkan kami tak tahu begitu berat beban yang engkau pikul, mungkin tak semua orang bisa memikul beban itu kecuali orang-orang pilihan Allah yang telah Allah berikan pelajaran lebih padanya.

Apakah kalian ingat ketika aku mulai mengeluarkan jargon “Berikan yang terbaik” maka itu bersumber dari muslimah tersebut. Hingga motto hidupku berubah “Biar dunia Allah yang urus dan Akhirat adalah tanggung jawabku”. Itupun setelah banyak aku mengenal dirimu lebih dalam. Hatimu begitu tulus membahagiakan saudari-saudarimu seiman. Akhlakmu begitu bercahaya dengan menundukan pandangan dan menghindari kontak langsung dengan ikhwan.

Aku takut...
Aku takut saat seperti ini engkau begitu disayang Allah sehingga engkau akan pergi meninggalkan kami, namun aku bahagia ketika aku bisa menjadikan engkau sebagai contoh nyata yang mendorong diriku dalam urusan agama... Namun kenapa namamu hampir menyamai nama-nama orang yang aku sayangi dan orang yang pernah aku cintai. Mungkinkah Allah menghadirkanmu sebagai pelajaran dan memberikan namamu sebagai pengingat bagi diriku agar aku bisa melihat engkau lebih dalam.

Aku tak yakin orang lain bisa melihat masalahmu karena senyum yang terus berkembang di bibirmu namun hanya orang yang di kehendaki Allah sajalah yang bisa melihat kedalam hidupmu yang berat itu. Moga Allah memberikanmu pahala dan kebaikan di dunia ini. 

Kenapa Pilih Prabowo - Hatta?

Febrian Iskandar | 20.53 | 0 komentar
Bismillahirrohmanirrohim.
Masih ingatkah kita tentang artikel kemarin yaitu "Kenapa Pemiliu itu tidak baik?". lalu sekarang judulnya Kenapa Pilih Prabowo - Hatta? Nah itu mungkin menjadi tanda tanya bagi para pembaca yang setia. Mungkin ada yang berfikir ini "Ini kemarin buat status jangan ikut demokrasi tapi sekarang malah ikut pilih prabowo?" Mungkin saja ada yang bertanya seperti itu. Tapi ingatkah kita pada tulisan sebelumnya bahwa kita tidak berdemokrasi tapi kita berpolitik. Karena politik itu wajib. itu ada pada artikel Tim Impian bangsa. Nah kali ini saya ingin berbagi alasan kenapa saya pilih Prabowo bukan Jokowi.
Sebenarnya saya pilih kedua-duanya tapi Prabowo saya pilih untuk jadi Presiden masa depan kita dan Jokowi saya pilih sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Menghindari dosa sumpah.
Kenapa saya pilih Prabowo agar kita bukan sebagai sumber untuk menjadikan Jokowi melanggar sumpahnya pada sumpah jabatan ketika di lantik menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Bukankah kita ingat bahwa ketika seseorang membuat orang lian melakukan dosa maka dia mendapatkan dosa sama seperti dosa yang melakukan. Dengan kata lain saat kita membuat orang melanggar janji maka kita sudah menjadi dosa tersebut dan kita mendapat dosa yang sama. Allahualam bisawab.
Kalo misal ada yang kurang sepakat komentar aja. 

Kesepakatan Ulama.
Sebagian besar umat islam dan khusus umat islam yang berilmu (Ulama) atau sering kita sebut orang yang baik dan orang yang agung yaitu "Kiayi" kebanyakan memilih Prabowo dan juga Ormas-ormas islam saya pikir 90% memilih Prabowo, dengan kata lain saat kita bicara urusan jama'ah dan kita memilih dalam bentuk musyawarah maka kita akan memilih hasil musyawarah dengan suara terbanyak dengan alasan yang pas dan matang. Ulama dan cendikiawan muslim memutuskan memilih Prabowo karena sudah melalui musyawarah yang panjang dan memikirkan positif dan negatifnya. Maka kita sudah pasti ikut sama jama'ah yang memiliki alasan logis dan jelas.

sebenarnya mau tak banyakin nanti katanya ini Black Campaign. Padahal gak ada maksud buat kampanye hitam. Mohon maaf kalo ini kata-kata masih banyak ambur adul. Soalnya gak konsen nulisnya, nulis sama ada agenda lain jadi pikirannya terbagi menjadi dua. Mumpung online makanya nulis. Walau nulisnya sembunyi-sembunyi (Pura-pura nyatet hasil diskusi hehehe).
#SalamSantun jangan lupa ikut pemilihan presiden ya. Jangan Golput.

Kenapa Pemilu itu tidak baik?

Febrian Iskandar | 23.25 | 0 komentar
Bismillahirrohmanirrohim.
Kini kita sedang pesta demokrasi (katanya) kemudian lahirlah sistem demokrasi perebutan kekuasaan dan saat ini perebutan kekuasaan mencapai kasta akhir yaitu Presiden. Lalu kenapa saya katakan pemilu itu kurang atau tidak baik. Ini hanya pemikiran saya, jika benar mohon di benarkan jika salah mohon di perbaiki.
Kita tahu sistem demokrasi atau sistem pemilu itu adalah pemilihan secara voting tanpa ada musyawarah sedangkan dalam islam memilih pemimpin itu adalah dengan cara musyawarah. Dalam sejarah khulafa dari dari khulafa rasyidun sampai dinasti abbasiyah tidak ada ceritanya pemilihan pemimpin dengan cara pemilihan umum seperti di indonesia. Inilah akibat memilih pemimpin dengan cara pemilu.
Lalu ada yang berfikir, owh jadi anda ingin bahwa indonesia jangan menganut demokrasi? Tidak juga. Lalu anda mengatakan bahwa si penulis ingin membuat landasan negara baru dengan dasar bukan pancasila? Tidak juga. Mari kita bahas sama-sama.
Pemilu sumber dari Ghibah :
Dalam Al-Qur'an sudah jelas sekali pada surah Al-Hujarat ayat 12 bahwa Ghibah itu dilarang seperti mengungkit aib saudaranya sendiri, dengan jelas Al-Qur'an mengibaratkan orang yang ghibah itu sama seperti memakan bangkai saudaranya sendiri.
Ghibah yang sudah jelas dan pasti kebenarannya saja dilarang oleh Allah SWT di Al-Qur'an apalagi dengan fitnah yang terkadang itu bukan suatu kenyataan tetapi suatu kebohongan. Lalu apa yang akan kita pertanggung jawabkan kepada Allah SWT?
Akibat pemilu saat ini semua orang mulai Ghibah seperti mencari kesalahan saudaranya untuk menjatuhkan saudaranya sendiri untuk mencapai tujuan yaitu memimpin negeri. Dalam hal ini memancing masyarakat Indonesia untuk melakukan perbuatan dosa termasuk para ulamanya yaitu melakukan Ghibah, lalu lebih parah lagi lahirlah fitnah-fitnah yang sengaja di buat untuk menjatuhkan lawan.
Pemimpin kejar kekuasaan.
Dalam pemilihan presiden selalu pemimpin mengajukan menjadi pemimpin dengan dasar dirinya sendiri dengan alat yang dia miliki seperti Uang, Popularitas, dsbg. Lalu apakah pemimpin itu memiliki konsep pemikiran benar-benar memajukan Indonesia atau malah akan membawa Indonesia ke jurang kegelapan, itu tidak dipikirkan oleh masyarakat Indonesia. Bisa jadi setelah terpilih dia jual negara ini dengan keuntungan pribadinya. (Mudah-mudahan tidak terjadi).
Pemilu menciderai Pancasila.
Pada sial ke-4 yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam "persmusyawaratan perwakilan" dalam kata permusyawaratan perwakilan itu sudah mengajarkan kita untuk memilih presiden itu dengan cara musyawarah oleh wakil rakyat. dan nyatanya seperti ini. Lalu adakah pancasila yang katanya dasar negara mengatakan bahwa "Kerakyatan yang dipimpin oleh voting (pemilu) rakyat secara langsung". Katanya Pancasila sebagai dasar dan landasan utama berdirinya negara ini tetapi nyatanya? (Jawab sendiri).
Sekali lagi bahwasanya ini hanya pemikiran pribadi saya jika ada salah dan janggal di hati pembaca mohon komentar dan sarannya.
Dengan sekali lagi intinya pemilihan presiden dengan musyawarah bukan pemilu, islam mengajarkan musyawarah sejak zaman nabi Allah Muhammad SAW.
Salam santun.

Tim Impian Bangsa

Febrian Iskandar | 09.25 | 0 komentar
B
icara tentang tim impian bangsa maka kita bicara tentang kemajuan bangsa indonesia.
Pemuda-Pemudi Muslim adalah potret masa depan indonesia.
Ditangan kitalah insyhaallah Indonesia akan mengambil dirinya, memposisikan dirinya untuk mensejahterakan bangsa yang besar ini. Tak hanya itu Insyhaallah kitalah yang akan memimpin dunia (khilafah) menuju perubahan Islam yang hakiki. Dengan berlandaskan syari'ah yang menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Janganlah kita berpecah belah akibat perkara kecil dan tidak membuat kita menjadi bangsa yang besar. Bukankah tujuan kita sama, yaitu berlandaskan dengan syari'ah islam, dengan berpolitik syari'ah, ekonomi syari'ah dan hukum syari'ah. Lalu kenapa kita masih berpecah belah?

Kita adalah tim impian bangsa masa depan. Pemuda-pemudi muslim adalah tim impian bangsa masa depan.
Kita tak butuh jabatan dalam menjadikan negara syari'ah karena itu tidak penting. Karena jabatan sering kali menjatuhkan kita kedalam kehinaan jika jabatan itu tidak sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.
Pemuda-pemudi Muslim, tidak lagi bicara perbedaan antara kita tetapi bicara tentang persamaan. Kita saat ini menyadari masa lalu kita dan kita memiliki ambisi besar dalam kejayaan yang akan datang.
Kita jadikan diri kita yang bisa menjadi kontributor dalam peradaban dunia yang baru menyongsong khilafah islamiah.

Pemuda-pemudi Muslim, tidak lagi bicara tentang figur tetapi bicara tentang ide-ide. Pemuda-pemudi muslim tidak bicara janji-janji tapi bicara kinerja, kita tidak bicara tentang perbedaan tetapi kita bicara kekompakan yang bisa bekerja dalam suatu tim yaitu Tim Impian masa depan.
Ingatlah yang dibutuhkan bangsa saat ini bukanlah presiden atau pemimpin negara tetapi adalah suatu tim impian yaitu kita wahai pemuda-pemudi muslim indonesia. Kita tidak bicara apa yang kita dapatkan tetapi apa yang bisa kita berikan untuk bangsa kita.

Mari bergabung bersama Tim impian indonesia. Pemuda - Pemudi Muslim dengan tujuan pencapaian bersama menjadikan indonesia yang berlandaskan syari'ah islam. Untuk menyongsong masa khilafah islamiah. Allah pasti akan menurunkan hidayah dan Allah pasti akan menepati janjinya tetapi kitalah yang berusaha agar asabnya dari kita agar dapat pahala berlipat ganda. Jangan jadi penonton yang hanya duduk diam saja dan berkomentar pedas apa yang dia tidak suka tetapi jadilah pemain dalam lahirnya khilafah islamiah ini.
Salam pemuda-pemudi Muslim.

Tarian Hujan

Febrian Iskandar | 21.20 | 0 komentar

Tarian Hujan...
Saat mentari mulai muncul,
Engkau lebih dahulu menyirami bumi.
Saat mentari kan tersenyum untuk ku.
Engkau lebih dahulu tersenyum melalui pelangi.

Tarian Hujan...
Engkau adalah sumber kehidupan.
Yang membuatku berdo'a pada tuhan.
Tarianmu bagaikan melodi cinta
Yang memberikan ketenangan di dalam dada.

Tarian Hujan...
Engkau suarakan rindu masa lalu.
Yang menari-nari dalam ingatan.
Engkau memberi harapan masa depan.
Layaknya harapan padang gersang.

Tarian Hujan...
Melodi cinta engkau nyanyikan hari ini.
Melodi rindu engkau dendangkan tadi pagi.
Bertanya-tanya apa maksud semua ini.
Tersenyum rindu yang membaca tulisan ini.

Sharing menjelang makan siang

Febrian Iskandar | 14.16 | 0 komentar
Siang ini aku kekantin lebih cepat dari biasanya, dikarenakan dari malamnya tidak ada nasi yang masuk dalam perut, hanya beberapa roti dan juga beberapa gelas susu jahe (sasetan) menemani malam hari dan juga tadi pagi. Seperti biasa aku duduk di meja luar kantin restu ilahi tempat biasa makan tetapi hari ini tidak biasa karena aku sendirian. Terkadang bersama teman satu angkatan atau satu jurusan (beda angkatan).

Di sela-sela menunggu pesanan seseorang berjenggot tipis menghampiriku, tak biasa dia bertemu denganku di kantin namun kali ini Allah berkehendak lain.
           "Assalamualaikum, akh, atum sarapan atau makan siang ini?" Sapanya sembari menyodorkan tangannya untuk bersalaman
           "Waalaikumsalam, sekalian sarapan + makan siang itung-itung ngirit :) "
           "Kebetulan nih kita ketemu di sini ana mau sharing sedikit masalah" 
Kebiasaan kalo ketemu sesama ikhwah (sepesial golongan Ikhwan) selalu ada aja pembahasan. Baik masalah ekonomi, hukum, organisasi dan bahkan seputar akademisi yang terkadang sedikit sangsi, maklum semester akhir. Yang biasa gak kalah ramenya kalo bahasannya udah mengarah ke urusan "walimahan" padahal rata-rata belum pada siap cuma modal nekat dama niat!. haduh anak muda sekarang ribet urusannya baru umur setengah baya tetapi udah kebelet semua, apalagi di tambah adanya kakak tingkat yang belum kelar kuliahnya tapi udah walimahan (Buat galau anak muda) hehehe... Tapi bukan itu yang akan di bahas kali ini.
             "mau sharing masalah apa?" Jawabku dengan semangat (pikiranku udah kemana-mana)
            "Gimana menurut antum masalah ujub sama sombong terus apa beda keduanya?"
            "Owh, kira'in mau bahas apa. Ujub itu gak jauh beda sam sombong tapi bisa dibilang ujub itu adalah anaknya sombong tapi kalau sombong itu udah Bapaknya ujub, ini sifat punya anak juga ya tapi siapa ibuknya?" Sembari tertawa karena aku lihat mukanya serius amat ya, jadi aku yang takut ngeliatnya. "Ujub itu adalah rasa bangga terhadap kelebihan diri sendiri kalau kata orang palembang Ngesok tapi sebatas diri sendiri tidak dilebihkan. Contoh : ujub terhadap otak karena merasa paling cerdas, paling soleh (ini bahaya terkadang orang salah arti jadi gak mau ke masjid gara-gara takut dibilang sok soleh) merasa paling pintar, merasa paling-paling lainnya"
             "Nah, kata antum tadi kita gak boleh salah arti merasa paling soleh sehingga enggak mau solat di masjid  lagi. Lalu arti dari merasa paling soleh itu seperti apa?" Potongnya
             "Merasa paling soleh seperti memperlihatkan amalannya dengan maksud sombong, seperti kalau solat sendiri cukup baca Al-Kausar sama Al-Aser tapi kalau dia jadi imam gak tanggung-tanggung tuh gak mikir makmung banyak urusan yang penting bacaanya panjang, mau gempor kalian juga gak masalah. Apalagi kalau makmumnya akhwat tuh bisa-bisa yang di baca surah Al-Baqoroh full untuk dua rakaat. tapi sebenarnya ujub itu yang menilai adalah Allah bukan manusia. Sulit manusia mengenali sifat ujub dari seseorang dan kita tidak boleh mengartikan seseorang itu ujub atau sombong karena kita bukan hakim atau penghukum yang dikirim oleh Allah. Cukup dia sama Allah yang tahu. sebenarnya Ujub, Sombong dan Iri itu adalah anak beranak seperti yang ana bilang awal tadi. ketika masih kecil di sebut ujub yang hanya bisa dinilai oleh diri sendiri sama Allah kemudian bapaknya ujub yaitu sombong yang terkadang bisa dinilai oleh orang lain tetapi diri sendiri juga bisa menilai dan yang terakhir adalah kakeknya ujub Iri. Sifat terakhir ini biasanya Allah tampakkan pada seseorang dengan tidak menyukai kelebihan seseorang yang melebihi dirinya." Jawabku sembari minum jus yang baru sampai.
             "Ana mau tanya lagi nih, ana pernah sholat magrib di masjid ..."sensor"... tapi banyak yang udah datang telat malah sholat sunnah tahyatal masjid terkadang sholat sunnah lainnya sampai beberapa kali ulang, padahal dia tahu kalau dia datangnya telat. Terus ana langsung ikhomah biar langsung solat. Apakah mereka tergolong ujub dan sombong atau tidak?" Tanyanya, yang ini membuat aku merasa kayak gimana gitu mau jawabnya.
              "Nah kalau menurut ana sih itu udah sombong karena ibadahnya ingin dilihat oleh khalayak banyak. Tapi Allahualam karena sesungguhnya yang menilai ujub itu adalah diri sendiri dan juga Allah. Ana gak mau nuduh macem-macem tapi kalau ana yang telat (dengan kata lain ketika sampai di masjid adzan sudah selesai dikumandangkan dan sudah ada yang selesai sholat sunnah) ana gak akan sholat sunnah karena itu sudah pasti menggangu orang lain.". "Owh begitu ya, ya udah kita makan dulu"  Sambungnya karena makanan yang kami pesan baru sampai. Karena ana takut kalau ada yang salah atau bahkan menyakiti hati dia aku menutup sahring dengan permintaan maaf.
              "Afwan kalau ada salah, itu kita kan sharing kalau ada yang menyingung atau sebagainya ana minta maaf. Kalau ada benarnya itu adalah kehendak Allah dan jikalau ada salah itu khilafan ana pribadi. Ana ingat seorang teman bilang jangan bicara tentang suatu ilmu jika kita tidak memahaminya jadi itu pemahaman dasar ana tapi kalau pemahaman ana masih salah mohon diluruskan" Tutupku sembari mulai perlahan menyantap makan siangku.

Semoga kisah sharing ini bermanfaat tapi jika ada yang kurang berkenan dan merasa bahwa ada yang salah dari isi tulisan ini mohon diluruskan. Watawa saubil hak watawa saubissobr. Moga bermanfaat.
 
Created By : Febrian Iskandar | ABI | PPM
Copyright © 2011. Udo Febrian - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger

Selamat datang di Website pribadiku

www.udofebrian.com

Semua artikel yang ada di web ini adalah catatan dan juga cerita tentang diriku serta artikel ini sebagai penyalur kreatifitas hidupku. Aku suka membaca dan menulis maka aku buat artikel sebagai tempat dimana aku bisa menyalurkan hobiku.

Pertahtian buat pembaca

Mohon setelah baca tinggalkan komentar dan juga bagikan jika bermanfaat.

Profile Lengkap

Nama
Febrian Iskandar

Alamat
Palembang, Indonesia

Hobi
Membaca dan Menulis

Facebook
Udo Febrian

Twitter
@Udofebrian92

Status Hari ini

Assalmaualikum wr wb.
"Kalian adalah umat terbaik yang diutus untuk manusia. Kalian menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahlul Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik."
(Ali-Imran : 110)