GARPU (Gerakan Arah Pulang)

Febrian Iskandar | 15.47 | 0 komentar
Assalamualaikum.
Apa kabar semua sahabat. sudah setahun rasanya tidak berkicau di website saya ini. Karena kesibukan. Akhir-akhir ini kita mengenal dengan kalimat baru Rumah Baru (G***I). ada yang tahu?
secara untuk nama mungkin masih se umur jagung dan sebagian besar orang belum banyak mengenal dan merasakan kehadiran dari sosok Rumah Baru ini.
Rumah Baru adalah suatu kelompok yang di gagas oleh AM dan didukung penuh oleh FH. Siapa yang tidak kenal kedua sosok ini? tentu sebagian kita mengenalnya. Bagaimana sosok AM dalam kancah perpolitikan khususnya beliau sudah pernah menjadi tokoh nomor satu di rumah lama. Sedangkan FH adalah seorang pejabat parlemen yang aktif mengkritisi pemerintahan dan memperjuangkan hak-hak orang kecil serta orang lemah. Dari kedua tokoh tersebut mungkin yang paling terkenal di masyarakat banyak adalah FH tetapi yang memiliki pemikiran dan kecerdasan serta yang memiliki icon sebagai pemimpin adalah seorang AM.
G***I Lahir dengan beberapa alasan, hasil yang saya dapatkan adalah hasil diskusi dengan beberapa orang yang mendukung dan berafeliasi terhadap gerakan ini. Berikut adalah alasan mereka

  1. Didalam sistem lama ada pembungkaman atau perahasian data sering juga di sebut penutupan fakta yang sebenarnya 
  2. Adanya Oprasi Intelejen di dalam rumah lama.
  3. Adanya mantan anggota BIN di rumah lama (hubungan dengan pembungkaman)
  4. Salah satu negara yang menang di kancah politik kemudian di kudeta karena menganut sistem lama yang sudah usang
  5. Sedangkan negara baru (bendera merah) bisa bertahan dan berjaya karena menganut sistem baru dan meninggalkan sistem lama yang sudah usang
  6. G***I seakan-akan merasa terasingkan di rumah lama.
  7. Melahirkan Mujaddid baru seperti dalam hadist nabi Allah Muhammad yaitu setiap 100 tahun sekali Allah mengutus mujaddid baru dalam urusan agama.
Mari kita bahas alasan mereka, dalam segi data mungkin benar tetapi salam segi cerita bagi saya bisa jadi ini adalah fiksi pada point 1-3 sedangkan point 4 dan 5 adalah pemaksaan fakta menjadi sebagai pembenaran. point 6 merasa terasingkan adalah persepsi sendiri dan juga sudah membuat bagaimana caranya terlihat terasingkan. Bagian nomor 6 ini tergantung pribadi masing-masing bagaimana akhlak dan sikap kita terhadap jama'ah dan bersosialisasi. Masuk ke point 7 terkait mujaddid, seseorang tidak akan menjadi mujaddid dengan kehendak dirinya sendiri tetapi Allah yang membuat dia menjadi mujaddid. sedangkan sejarah yang telah ada mujaddid begitu hebat, kelompok yang di pimpin oleh mujaddid sangat kuat dan ditakuti, amal yauminya begitu hebat, pengikut mereka sedikit tetapi sangat taat dan setia serta orang-orangnya dapat membangun kesyumulan islam dalam jama'ah. Sebelum menyebut sebagai mujaddid atau orang yang berada di bawah mujaddid alangkah baiknya mengenal sejarah mujaddid yang pernah ada dan bagaimana kehidupannya.

Bukan maksud menandingi tetapi ingin membuat cerita fiksi baru saja, ingat cerita di bawah ini adalah fiksi saja bukan nyata dan bukan juga pernah dan akan terjadi. judul cerita yang saya buat adalah 

Asal-Usul Garpu.

Seorang tokoh dengan pesona luar biasa pada tahun 2014 memulai pergerakan di rumahnya, disana dia adalah anak tengah, bukan tertua tetapi bukan pula yang termuda tetapi dia cukup cepat tumbuh dewasa. setelah umurnya remaja di tahun 2014 anak itu membuat celah baru dengan menerbitkan nyanyian baru yang berjudul momentum kebangkitan, setelah membuat buku tersebut anak itu membuat perancangan untuk membuat rumah baru tetapi di dalam rumah sendiri dengan mengambil properti rumah itu sendiri dengan bertujuan mengosongkan isi rumah bapaknya hingga tersisa barang tua saja. Persiapan terus dilakukan sampai 4 tahun kemudian dia baru membuat rumah baru setelah merasa siap dengan amunisi yang sudah di siapkan lahirlah rumah baru yang di sebut rumah garpu. Kehadiran rumah garpu mengguncang seisi rumah karena pada awalnya kalau rumah garpu akan lahir untuk membuat kamar baru di rumah tersebut tetapi ternyata ingin memisahkan dari atap rumah lamanya. singkat cerita lahirnya rumah garpu tersebut membuat sang ayah marah dengan wajah merona lalu di redam dengan cerita indah pelangi setelah hujan, karena sayangnya sang ayah maka percaya dan di aminkan sang ayah. tetapi setelah mulai banyak garpu terang-terangan menjelekkan sang ayah kemudian membuat cerita buruk dengan menganggap rumah lama berhantu dengan tujuan agar semua penghuni rumah lama berlari ke rumah baru. tapi cerita hantu itu hanya fiksi saja yang bertujuan untuk memecah dan menarik penghuni menuju rumah baru. Maka Lahirlah rumah baru yang di sebut Garpu.

Sebelum dan sesudahnya saya mohon maaf karena saya tidak banyak tahu tentang pergerakan dan saya adalah orang yang miskin ilmu dibangingkan orang-orang yang membaca tulisan ini. mungkin sebagian orang bertanya-tanya apakah Garpu dan siapa yang dimaksud di dalamnya ini?. Ini hanya artikel yang bisa di artikan dengan multi tafsir. 

Polemik ucapan Ustadz Reza Basalamah tentang ISIS.

Febrian Iskandar | 14.35 | 0 komentar
Assalamualaikum
Ustadz Reza Syafiq Basalamah adalah salah satu ustadz yang akhir-akhir ini terkenal dengan ceramahnya di youtube. Ustadz syafiq  Basalamah menyelesaikan   sekolah doktornya di Universitas Madinah (Islamic University Of Madinah). Menilik dari biografi ustadz Reza adalah seorang yang cerdas dengan dan memiliki pemahaman yang luas ditambah dengan kepribadian yang rendah diri dan juga mudah bergaul. Saya menyukai ustadz Reza dengan ceramah-ceramahnya yang lugas di youtube dan saya sangat berharap dapat bertemu dan belajar langsung dengan beliau.

Sebagai pengagum tentu sangat memperhatikan seseorang yang di kaguminya begitu pula selayaknya saya yang mengagumi seorang ustadz  Reza. Tentu bukan hanya dia satu-satunya orang yang aku kagumi. Ada banyak ustadz-ustadz sunnah yang sama seperti ustadz basalamah. Tapi karena beliau yang sedang Viral di MedSos maka beliaulah yang menjadi sorotan utama saya pada hari ini. Terkhusus pada kasus beliau menjelaskan bahwa ISIS adalah Al-Qaedah. Al-Qaedah dan ISIS lahir dari pemikiran-pemikiran Ikhwanul Muslimin, Seseorang ketika mendengar seperti itu maka dia akan berfikir bahwa Ikhwanul Muslimin adalah cikal bakal terbentuknya ISIS dan Al-Qaedah.

Jika ingin mengenal Ikhwanul Muslimin maka cobalah untuk membaca sejarahnya dan mengikuti Alur sejarahnya sampai mana pergerakan mereka dan sebatas  mana fikir faham mereka. Tentu jangan hanya mengenal pergerakan Ikhwanul Muslimin tetapi cobalah telusuri pergerakan  ISIS dan  Al-Qaedah juga berasal dari mana dan untuk siapa. Saya tidak akan membahas sejarah disini karena akan panjang, dan juga saya bukan seorang ahli sejarah atau peneliti  pergerakan Islam Dunia, saya hanya manusia biasa dengan kelemahan ada dimana-mana dan juga pemahaman yang  tak seberapa. Tapi saya akan ulas dari kejadian beberapa tahun silam yang melibatkan Ikhwanul Muslimin dan bagaimana mereka menghadapi segala macam ujian di sana.

Mari kita lihat kejadian kudeta tahun 2013 yang masih hangat dalam ingatan kita, Teradi kudeta di Mesir dengan presiden terpilih yang legal akan hukum namun menganut paham Ikhwanul Muslimin yaitu Muhammad Mursi (Semoga Allah menjaga dan merahmatinya). Disana kita lihat kegilaan militer Mesir menyerang membabi buta pada kelompok Ikhwanul Muslimin yang hanya warga sipil tanpa senjata. Mereka di serang saat solat dan di penjarakan  bagaikan hewan dengan tuduhan mengada-ada. Jika mereka adalah cikal bakal dari ISIS atau Al-Qaeda, maka dapat dengan mudah terjadi pertumpahan darah di Mesir. Karena masa Ikhwanul Muslimin lebih besar dari masa As-Sisi. Jika mereka terkait dengan Al-Qaedah dan  ISIS tentu sekarang Mesir sudah seperti suriah dengan senjata dimana-mana dan perang tak akan  terhindarkan lagi. Tetapi mereka serahkan semuanya kepada Allah dengan berdo'a dan berusaha hanya dalam bentuk Aspirasi saja. Tak ada yang  angkat senjata atau bom bunuh diri disana sampai saat ini.

Ingat pada satu tahun yang lalu di Turky tepatnya pada tanggal 15 Juli 2016 terjadi kudeta yang di sponsori oleh negara luar agar menghendaki kehancuran Islam hampir sama seperti mesir, tetapi karena  galal maka lahirlah aksi BOM pada bulan desember tahun 2016 yang menewaskan banyak orang, tentu kita masih ingat siapa yang bertanggung jawab pada BOM Desember silam, merekalah ISIS yang katanya anak dari Ikhwanul Muslimin. Tentu seorang anak tidak akan mencelakai ibunya apalagi membunuh Ibunya. Jadi jelas menurut pemikiran saya bahwa ISIS dan Ikhwanul Muslimin adalah kelompok yang bersebrangan.

Menurut analisa saya melihat panasnya politik Timur Tengah saat ini, maka kita bisa lihat peran para musuh Islam dalam menggulingkan Qatar dan juga menargetkan Turky kedepannya karena kedua negara itu adalah negara Islam yang adi daya. Musuh-musuh Islam tidak akan pernah hidup tenang dan senang sebelum jika melihat Islam itu sendiri berjaya dan mengancam eksistensi mereka. Lihatlah siapa yang ada disamping Arab Saudi saat ini, mereka (Amerika Serikat) yang membisikan benih-benih permusuhan antar umat muslim, lihatlah sejarah runtuhnya khilafah Turky Ustamiyah, jika kita membaca sejarah itu berawal dari fitnah dan adu domba antar muslim sehingga umat Islam segi ekonomi dan pemerintahan menjadi lemah.Seorang pejuang seperti Said Nursi yang menjadi korban dan saksi jatuhnya masa-masa khilafah Islamyyah. Mari belajar sejarah sebelum bicara menjastifikasi sesuatu.

Bukan bermaksud untuk mendukung Ikhwanul Muslimin tetapi hanya mencoba mencurahkan pemikiran saya tentang kondisi saat ini. Jika saya salah itu datangnya dari diri saya pribadi dan saya mohon maaf serta mohon di koreksi. Jika itu benar maka kebenaran milik Allah semoga Allah meridhoi apa-apa yang saya tulis disini. Salam Ukhuwah saya seorang pengelana yang fakir akan ilmu dan penuh dengan dosa.

Kebinekaan dan Keadilan

Febrian Iskandar | 12.35 | 0 komentar
      Assalamualaikum.
Sudah lama saya tidak menulis disini, karena sibuk dengan kegiatan di dunia luar. Hari ini tergelitik hati saya untuk menulis karena seolah permasalahan negara ini seperti permasalahan sepele tetapi dibesar-besarkan untuk menutupi kegiatan dan pergerakan bawah tanah dari sekelompok orang. Pertanyaanya kenapa bisa begitu? Data pendukung dari mana sampai saya menyimpulkan seperti itu?.

       Saya tidak memiliki data pendukung untuk pernyataan saya, hanya sekedar opini saja. Tetapi bukan itu yang akan saya bahas pada siang hari ini, yang akan saya bahas adalah kebinekaan dan keadilan, manakah yang harus kita jadikan masalah dan mana yang harus kita ributkan. Tentu keduanya dianggap sebagai sumber masalah tetapi salah satu dari keduanya adalah  penyelesaian dari kedua masalah. Mari kita berfikir secara dingin dan sama-sama kita cermati bersama pendapat saya dibawah ini.

1. Kebinekaan
        Kebinekaan dapat diartikan dengan dua tafsiran dan dari keduanya tidak akan pernah menghasilkan titik temu atau solusi dari pengertian masing-masing kedua kubu. Yang satu mengklaim bahwa mereka adalah pancasilais dengan argumen-argumen mereka, tentu ada seorang pancasilais yang hak dan ada pula yang bathil. Disisi lain ada yang mengklaim bahwa mereka yang paling pancasilais karena argumen mereka sendiri dengan alasan mereka telah dan sedang menjalankan point-point pancasila itu sendiri tentu mereka benar menurut pemikiran mereka. Keduanya tak akan pernah akur dan tak akan pernah bisa menyatu jika keduanya tak duduk bersama dan mendiskusikannya. Karena kesepakatan  tafsir dari pancasilais setiap orang bisa berbeda-beda.

2. Keadilan
         Bagaimana dengan keadilan? Tentu semua orang sepakat dengan keadilan dan memiliki pandangan yang sama tentang keadilan. Jika kita bahas keadilan tentu kita bisa menilai yang mana yang adil dan mana yang tidak adil. Jika si A diberikan 100 Gram Emas dan si B diberikan 100 Gram Emas maka kita sepakat bahwa itu adil, karena diberikan haknya dengan sama rata. Anak SD pun akan paham akan arti keadilan dan mereka akan memberontak saat keadilan tak mereka dapatkan. Seberapa sering kita melihat anak berkelahi saat bermain karena ketidak adilan lalu kita yang dewasa akan melerai dan memberikan keadilan. Ketidak adilan itu hadir saat salah satu dari kedua orang atau kelompok yang sedang bertikai memiliki ego yang besar dan mau menang sendiri. Mari kita cermati saat anak-anak berkelahi tentu salah satu dari mereka memiliki ego yang tinggi untuk menang sendiri dan tidak siap untuk kalah.

Kesimpulannya mari kita lihat permasalahan saat ini dari sudut pandang keadilan dan mari kita tinggalkan sejenak perbedaan pendapat dari arti pancasila itu sendiri. Didalam pancasila ada keadilan bagi seluruh rakyat indonesia, maka mari kita lihat sudah seberapa adilkah Indonesia saat ini? Mungkin puisi ini mewakili hati ini.

Wahai saudaraku...
Mengapa kita harus hidup dalam kebencian?
Ketika keindahan juga menjadi pilihan.

Wahai saudaraku...
Mengapa kita harus hidup dalam permusuhan?
Ketika perdamaian menjadi pilihan.

Runtuhkanlah keangkuhan diantara kita...
Kau dan aku akan ciptakan dunia dalam harmoni tanpa derita.
Lantunkan melodi kedamaian, Getarkan nadi cinta Indonesia.

Lepaskan rasa dengki cemburu di hati yang tak berarti...
Kita hidup dalam negeri yang sama.
Berbagi ruang yang kita sebut Indonesia.

Jangan biarkan kebencian mengisi hatimu...
Lantunkan melodi cinta. Getarkan benih perdamaian.
Temukan pada dirimu arti dari semua ini.


Rintihan Anak Negeri

Febrian Iskandar | 21.12 | 0 komentar
     


Wahai ibu pertiwi
Inilah suara negeri
Teriakan kami tak didengar lagi
Tuntutan kami tak beararti
Yang benar masuk jeruji
Yang salah bebas kesana-kemari

Wahai ibu pertiwi,
Hukum dinegeri ini telah dikebiri
Lonceng kematian hanya untuk anak negeri
Jeruji besi untuk pejuang negeri
Keadilan sulit untuk dicari.

Wahai Ibu pertiwi...
Para penjahat kini dihormati
Para penjilat kini ditakuti
Pancasila kini tak berarti
Undang-undang kini dijual beli.

Wahai ibu pertiwi,
Kemana harus kami mencari?
Seolah negeri tak punya harapan lagi,
Kemana harus bertanya?
Seolah pejabat negara semua pendusta
Kemana harus aku mengadu?
Seolah penegak hukum tak ada.

Wahai ibu pertiwi,
Lahirkanlah pahlawan sejati
Hancurkanlah penghianat negeri.
Buatlah kami tersenyum kembali,
Jadikanlah aksi ini
Titik balik dari kegelisahan kami.

Suamiku tak lebih baik dariku.

Febrian Iskandar | 18.41 | 0 komentar
Oleh : Ustadz Badru Salam, Lc

Kisah seorang ikhwah..
Yang amat mencintai istrinya..
Namun istrinya tak mencintainya..
Ia mengharapkan lelaki lain..
Yang lebih darinya..

Wanita itu telah pandai bahasa arab..
Sementara suaminya..
Hanya memahami bahasa Indonesia..
Wanita itu telah lama mengaji..
Sementara suaminya..
Sibuk membanting tulang mencari nafkah..
Tuk membahagiakan kekasihnya..
Wanita itu telah banyak menghafal Al Qur'an..
Sementara suaminya tak banyak bisa menghafal..

Mungkin..
Kini suaminya sudah tak berharga di matanya..
Mungkin..
Kini cintanya telah pudar di hatinya..
Karena tak sesuai harapannya..

Demikianlah..
Kisah cinta yang bertepuk sebelah..
Karena istrinya tertipu oleh kepintarannya..
Ilmu tak membuatnya semakin sayang pada suaminya..
Ilmu tak membuatnya semakin berbakti kepada suaminya..
Ilmu membuatnya angkuh..
Tak ada lagi cinta dihatiku kilahnya..

Saudariku..
Engkau boleh lebih berilmu dari suamimu..
Tapi mungkin suamimu lebih takut kepada Allah darimu..
Engkau boleh punya banyak kelebihan di atas suamimu..
Tapi suamimu..
Mungkin lebih dicintai oleh Rabbmu karena ketawadlu'annya..

Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata..
Ilmu itu bukanlah dengan banyak menghafal riwayat..
Namun ilmu adalah yang menimbulkan rasa takut kepada Allah..

Dimanakah hadits yang telah engkau hafal, "Suamimu adalah Surgamu atau Nerakamu..

Ya Rabb..
Berilah kami ilmu yang bermanfaat..

Suara Saya untuk HTI

Febrian Iskandar | 16.29 | 3komentar
Bismillahirrohmanirrohim.
Ini hanya sekedar pemahaman saya orang awam yang hanya melihat HTI dari luar. Saya sudah bosan dengan suara sumbang. Saya teringat akan seorang munafik dari kalangan muslim di zaman rasulullah yaitu Abdullah bin Ubay. Dia beragama islam tetapi sunguh dia membenci islam itu sendiri, sehingga kerjaanya menfitnah dan menyulut api amarah antar sesama muslim yaitu kaum muhajirin dan anshar. Tak ubahnya seperti Abdullah bin Ubay, HTI tak henti-hentinya menyulut api fitnah yang menghancurkan agama ini. Mohon maaf ini hanya pendapat pribadi mohon cermati baru komentar sana sini.

Belum lepas dari ingatan kita yang terjadi di Mesir saat seorang Mursi menjadi presiden dan HTI dengan gagap gempita menyanyikan lagunya di media masa sehingga tak kala Mesir terjadi kudeta untuk menjatuhkan Mursi banyak nyawa menghilang bahkan para pemuda-pemudi muslim disana di tembak dan disiksa di penjara. Orang yang sedang solat ditembak, lalu kemana media HTI? Mereka tak ada pembelaan atau bahkan pemberitaan bahwa terjadi penganiayaan oleh militer Mesir kepada kaum muslimin di Mesir.

Kini Turki yang sedang berjaya seperti halnya mesir dahulu dan bisa jadi lebih hebat dari mesir, HTI kembali memainkan nyanyian lagunya di media dengan berbagai berita fitnah yang tak akan pernah habisnya. Berita dibuat seolah-olah Erdogan adalah seorang yang ahli Neraka dan melakukan kejahatan dimana-mana sedangkan mereka menutup mata akan berita Amerika, Israel dan juga Suriah ketika umat muslim dibantai dan dibunuh bagaikan hewan yang tak ada artinya. Lalu mereka sibuk dengan Turki yang sudah maju dengan prestasinya yang ditakuti dunia barat.

Saudara dari HTI, bukan aku mengajak untuk meninggalkan HTI tetapi berdirilah dengan kaki sendiri, banyak fakta media HTI dari luar yang sulit di percaya maka kirimlah orang-orang yang kalian percaya di HTI untuk datang kedunia sana dan ambil sendiri beritanya. Saya yakin orang-orang HTI di Indonesia semua adalah orang yang baik akhlaknya, tinggi ilmu agamanya, dan luas pengetahuan serta pengamatannya. Sudahilah lidah api yang sering kalian semburkan tetapi lebih baik jika tujuan kalian memang suci dan murni buatlah badan yang benar-benar suci dan murni.
Salam damai dari saya sahabatmu yang rindu akan persaudaraan sesama muslim.
#RinduPerdamaian
#RinduUkhuwahdanPersatuan
#JikaSalahMohonDiluruskan

Edisi Rihlah Gunung Dempo

Febrian Iskandar | 21.12 | 0 komentar
Ilham, bantu ana.” Teriaku pada ilham yang tepat berada di belakangku.
            “Antum kenapa feb, sakit? Tunggu, ana masih ada persediaan air dan sedikit roti cobalah diamakan.” Ilham memerikan botol air yang hanya tersisa sedikit.
            “Terima kasih Ilham.!” Sembari mulutku melahap roti dan air yang tersisa.
            Kami berdua tertinggal cukup jauh dari yang lainnya, karena ulahku yang mendadak sakit dan mengharuskan kami berdua istirahat sejenak. Setelah merasa cukup istirahatnya, kami melanjutkan perjalanan untuk menyusul yang lainnya yang sudah jauh di depan sana.
            “Ilham, afwan ya sudah merepotkan dan membuat kita tertinggal dalam kelompok.” Aku mencari topik pembicaraan agar kami berdua tidak merasakan lelahnya perjalana untuk mencapai puncak.
            “Ia, gak masalah feb. Itulah kenapa kita bersaudara, saat ana meninggalkanmu dalam keadaan kesusahan tentu dipertanyakan ukhuwah islamiah diriku. Artinya sia-sia saja ilmu yang kita pelajari setiap khalaqoh mingguan kalau tidak kita amalkan.”
            “Bagaimana perasaanmu melakukan perjalanan ini akh?”
            “Ana sangat senang feb, Tapi ana takut kita tidak akan sampai puncak.” Suara ilham mulai merendah.
            “Kenapa bisa begitu?” Sembari mataku menoleh kebelakang, namun yang aku temui Ilham sedang berpegangan pada sebuah pohon dan dia seolah mau pingsan.“Ilham, ada apa?” aku berhenti dan memegang tubuh Ilham yang hampir jatuh ketanah.
            “Entahlah mungkin magh atau apalah ini, ana tak sanggup lagi untuk berjalan.
            Aku mencoba menarik tangannya kebahuku untuk menuntunnya untuk terus berjalan, namun wajahnya semakin pucat. Aku tak begitu banyak tahu masalah P2K sehingga aku bingung harus bagaimana, aku periksa kedua tas kami ternyata tidak ada sedikitpun air atau makanan yang bisa di santap Ilham. Melihat tubuhnya semakin lemas maka aku sandarkan dia pada sebuah pohon dan dengan memasang ransel gunung sebagai pengikat tubuhnya agar tidak terjatuh.
            “Ilham, kita tidak punya persediaan apa-apa, bertahanlah  sebentar, ana akan menyusul mereka dan meminta bantuan mereka.”

            “Ia, jangan lama ya akh, ana tak sanggup lagi.” Jawab Ilham.

(Untuk baca selengkapnya silakan download cerpennya di bawah ini)

 
Created By : Febrian Iskandar | ABI | PPM
Copyright © 2011. Udo Febrian - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger

Selamat datang di Website pribadiku

www.udofebrian.com

Semua artikel yang ada di web ini adalah catatan dan juga cerita tentang diriku serta artikel ini sebagai penyalur kreatifitas hidupku. Aku suka membaca dan menulis maka aku buat artikel sebagai tempat dimana aku bisa menyalurkan hobiku.

Pertahtian buat pembaca

Mohon setelah baca tinggalkan komentar dan juga bagikan jika bermanfaat.

Profile Lengkap

Nama
Febrian Iskandar

Alamat
Palembang, Indonesia

Hobi
Membaca dan Menulis

Facebook
Udo Febrian

Twitter
@Udofebrian92

Status Hari ini

Assalmaualikum wr wb.
"Kalian adalah umat terbaik yang diutus untuk manusia. Kalian menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahlul Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik."
(Ali-Imran : 110)